Mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, mengakui pernah dimintakan uang oleh bekas Ketua Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Prof. Mahyudin, sebesar Rp 600 juta. Menurut dia, keperluan Mahyudin meminta duit itu buat menyokong pemenangan Andi Alifian Mallarangeng yang saat itu bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres di Bandung empat tahun lalu.Wafid mengungkap hal itu saat bersaksi dalam sidang Andi Mallarangeng, digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini. Dia menyampaikan, saat itu Mahyudin bertandang ke kantornya di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga guna meminta uang."Beliau menyampaikan akan mendukung Pak Andi dan perlu anggaran untuk mendukung itu, pemenangan Pak Andi. Saya katakan bapak lapor dulu ke pak menteri. Enggak lama beliau datang lagi ke tempat saya dan bilang sudah lapor ke pak menteri. Saya enggak tahu bagaimana beliau lapornya dan saya percaya sama dia, dia kan ketua komisi. Terus dia minta anggaran ke saya Rp 500 juta," kata Wafid.Mendengar permintaan itu, Wafid dan anak buahnya, Poniran, lantas putar otak mencari duit itu. Karena tidak ada duit, dia kemudian meminjam kepada Direktur PT Asa Nusa, Saul Paulus David Nelwan. Tetapi, Mahyudin mendadak mengubah nilai permintaannya."Setelah beliau (Mahyudin) berangkat ke Bandung, beliau telepon saya. Katanya "Pak, bukan Rp 500 juta pak, tapi Rp 600 juta". Ya sudah kita siapkan lagi dan kita cari Rp 100 juta itu. Langsung dikirim ke Bandung," sambung Wafid.Wafid lantas menugaskan petugas keamanan Kemenpora buat mengantar uang itu. Tetapi, setibanya di kota kembang, utusan Wafid bingung."Saya kontak adik saya, Cece Ibrahim. Saya bilang itu ada bahan kongres untuk Prof. Mahyuddin, siapa tahu bisa ketemu Prof. Mahyuddin. Dia bilang "oh iya nanti saya antar." Akhirnya satpam nitip ke adik saya," ujar Wafid.Wafid kemudian memberikan nomor telepon ajudan dan sekretaris pribadi Mahyudin kepada adiknya. Kemudian, adik Wafid ternyata juga tidak bisa bertemu langsung dengan Mahyudin. Akhirnya, uang itu dia titipkan kepada sekretaris pribadi Mahyudin."Setelah itu ada konfirmasi dari sesprinya ke Mas Poniran uangnya sudah sampai. Ada juga sms Prof Mahyuddin ke saya, "Pak terima kasih, sudah sampai". Dua kali itu menyampaikan ke saya, lewat telepon juga," lanjut Mahyudin.
Wafid Muharram: Mahyudin minta Rp 600 juta buat pemenangan Andi
"Setelah beliau berangkat ke Bandung, beliau telepon saya. Katanya "Pak, bukan Rp 500 juta pak, tapi Rp 600 juta."
Rekomendasi