Monyet bokong merah dengan nama latin Macaca Migra merupakan primata langka yang terdapat di daerah Sulawesi Utara. Kini keberadaannya hampir punah akibat perburuan ilegal tangan-tangan tak bertanggung jawab. Malah menurut warga, monyet tanpa ekor ini kerap dijual bebas di pasar hewan kuliner Tomohon, Kota Tomohon."Hasil survei lembaga asing, primata itu tinggal 35 ekor ada di habitatnya," tutur Johannes Langitan, petugas PD Pasar Kota Tomohon yang ditemui merdeka.com di areal lapak hewan kuliner, Sabtu (1/3).Dijelaskan Johannes, ia pernah mengikuti sosialisasi selamatkan Yaki (sebutan lokal untuk monyet) ini. Dia beberapa kali melihat ada primata yang telah dibakar dan digantung di pasar untuk dijual ke pembeli."Saya pernah menegur penjual daging monyet untuk tidak menjualnya secara bebas karena setahu saya hewan itu dilindungi," ucapnya.Namun sebagai petugas PD Pasar, menurut Johannes, dirinya tak memiliki wewenang untuk melakukan penangkapan sehingga upaya pencegahan perburuan ilegal dan penjualan secara bebas tidak bisa dicegah.Sementara Dinas Kehutanan Kota Tomohon sendiri, menurut dia, tidak pernah melakukan sosialisasi ke masyarakat terlebih khusus kepada para penjual daging kuliner di Pasar Tomohon soal larangan memperjualbelikan hewan-hewan langka. "Tidak pernah sama sekali ada upaya tersebut oleh Dinas Kehutanan maupun instansi terkait," jelas dia.Sementara Pemkot Tomohon belum bisa dikonfirmasi. Saat merdeka.com berkunjung kesana, kantor tutup karena hari libur.
Hampir punah, monyet bokong merah dijual di Pasar Tomohon
Monyet tanpa ekor ini kerap dijual bebas di pasar hewan kuliner Tomohon, Kota Tomohon.
Advertisement
Rekomendasi