Pasca face off, Lisa ogah kembali ke keluarganya

"Jika Lisa ingin, rumah sakit siap menerima bekerja tanpa harus melalui tes CPNS seperti yang lain," ujar Dr Dodo.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Pasca face off, Lisa ogah kembali ke keluarganya
Lisa jalani face off tujuh tahun. ©2014 merdeka.com/moch andriansyah

Pasca menjalani 17 kali operasi wajah atau face off di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur Siti Nur Jazilah alias Lisa asal Turen, Kab Malang berencana tetap tinggal di Surabaya. Lisa menjalani operasi selama 7 tahun terhitung sejak 28 Maret 2006 hingga 2013."Rencananya saya tetap ingin tinggal di Surabaya. Mungkin masih di sekitar rumah sakit (RSUD dr Soetomo)," kata Lisa di sela acara pelepasan pihak RSUD dr Soetomo atas dirinya setelah tujuh tahun tinggal di ruang isolasi khusus, Rabu (5/2).Setelah apa yang pernah dialaminya, yaitu menerima perlakuan kasar dari suaminya Mulyono dengan menyiramkan air keras ke wajahnya hingga melepuh, perempuan kelahiran 17 Januari 1983 itu, tidak berniat kembali pulang ke keluarganya. "Tidak, saya tidak akan tinggal di sana (bersama keluarganya), mungkin tetap di Surabaya," akunya.Tentang rencana ke depan, Lisa juga mengaku belum memiliki rencana. Dengan bekal tali asih dari pihak RSUD dr Soetomo untuk hidup selama satu tahun itulah dia akan menjalani hidupnya untuk sementara waktu. "Saya belum punya rencana ke depan," katanya lagi.Siapkah Lisa bertemu kembali dengan orang-orang di luar rumah sakit? "InsyaAllah saya siap. AlhamduliLlah saya sudah baik," singkatnya.Sementara itu, terkait nasib Lisa ke depannya, pihak RSUD dr Soetomo-pun berani menjamin kehidupan perempuan asal Malang tersebut dan berjanji akan mempekerjakan Lisa di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur tersebut.Hal ini disampaikan Direktur RSUD dr Soetomo, dr Dodo Anando yang hadir di acara pelepasan Lisa. "Jika Lisa ingin, rumah sakit siap menerima bekerja tanpa harus melalui tes CPNS seperti yang lain. Ini karena Lisa menjadi prioritas di rumah sakit ini," janji Dodo di hadapan Lisa dan tim dokter yang menanganinya."Tentu kami tidak akan melarangnya kalau mendapat pekerjaan lain dengan dengan gaji yang besar. Jika ingin bekerja, Lisa bisa menghubungi dr Nalini," tandas dia.

Rekomendasi