Kisah ketua tim dokter pimpin operasi face off Lisa 17 kali

"Operasi rekontruksi total itu, kita lakukan dengan mengambil punggung kulit punggung antara 32 sampai 40 centimeter."

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Kisah ketua tim dokter pimpin operasi face off Lisa 17 kali
Lisa jalani face off tujuh tahun. ©2014 merdeka.com/moch andriansyah

Untuk memperbaiki kondisi wajah pasien face off RSUD dr Soetomo, Surabaya, Siti Nur Jazilah alias Lisa asal Turen, Kab Malang, tim dokter dari rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur itu, menggandeng tim ahli dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), tim dokter dari Malang dan Surabaya.Ketua Tim Operasi Face Off, Prof dr Sjaifuddin Noer SpBP-K pada sambutannya di acara pelepasan pasien kelahiran 17 Januari 1983 itu menjelaskan kronologi penanganan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Mulyono itu."Sebelumnya, saya ingin menjelaskan kronologi awalnya," kata Sjaifuddin di hadapan seluruh tim dokter dan seluruh pihak rumah sakit yang hadir pada acara pelepasan tersebut di RSUD dr Soetomo, Rabu siang (5/2).Lisa, lanjut dia, telah menjalani operasi selama 17 kali. "Pada 28 Maret 2006, kira 7 sampai 8 tahun lalu, Lisa banyak disorot media, baik cetak maupun elektronik, karena kasus yang dialaminya."Kemudian, saat ditangani pihak RSUD dr Soetomo, direktur rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur itu menunjuk Prof dr Sjaifuddin Noer SpBP-K sebagai dokter yang akan menangani operasi face off kepada Lisa."Saat itu, Direktur RSUD dr Soetomo menunjuk saya untuk menangani Lisa. Semua yang terkait dengan operasi wajah, dimasukkan dalam tim, termasuk dokter Nalini (psikiater yang khusus menangani mental Lisa, dr Nalini Mukdi), yang aktif men-support Lisa," beber dia.Kemudian, masih kata Sjaifuddin, dibentuklah tim khusus untuk bedah plastik yang akan dilakukan kepada Lisa. "Operasi berjalan cukup lama, kira-kira selama 20 jam. Saya sebagai ketua tim membentuk tim khusus untuk bedah plastik. Waktu itu, saya menggandeng tim nasional. Saya mengundang tim dari UI, Unpad Bandung, kemudian dari Malang dan Surabaya," katanya.Saat itu, seperti yang diungkap Sjaifuddin, dalam rapat yang dilakukan tim dokter bedah wajah bentukannya itu, diputuskan untuk melakukan tindakan rekonstruksi total. "Operasi rekontruksi total itu, kita lakukan dengan mengambil punggung kulit punggung antara 32 sampai 40 centimeter yang disambung dengan pembuluh darah depan. Itu kita lakukan pada operasi awal," beber dia.Dalam operasi itu, menurut Sjaifuddin, semua pihak men-support tindakan medis yang dilakukan tim dokter yang diketuainya. "Semua mendukung. DPRD, Pemprov Jatim, dan pihak RSUD dr Soetomo sendiri. Dari dana yang kita kumpulkan itu, kita lakukan pembedahan terhadap luka yang dialami Lisa."Dan setelah menjalani 17 kali operasi wajah secara total, tim dokter berharap Lisa bisa kembali bisa berinteraksi di masyarakat setelah dinilai siap bersosialisasi dengan lingkungannya."Alhamdulillah, setelah menjalani 17 kali operasi, kini Lisa sudah bisa kita lepas. Untuk itu, saya meminta Lisa, agar bisa menjalani kehidupannya secara normal, yaitu kembali ke masyarakat. Tentu saja, tetap masih dalam pengawasan seluruh tim dokter," tandas dia.

Rekomendasi