Fahri Hamzah sebut SBY bakal jadi korban bila rezim berganti

"Ada 3 moncong senjata menuju SBY, Century, Hambalang dan SKK Migas," ujar Fahri Hamzah.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Fahri Hamzah sebut SBY bakal jadi korban bila rezim berganti
Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com/Vany Nestia Jayani

Wasekjen PKS Fahri Hamzah tak sependapat dengan cara SBY yang menyewa pengacara jelang lengser. Hal ini menurut dia, menunjukkan ketakutan seorang presiden setelah tak lagi berkuasa."Saya kepada Pak SBY ingin mengetuk hati dia, manage-lah kekuasaan dengan baik, kalau anda mau aman bukan dengan mengupayakan lawyer. Dia sendiri kita punya proteksi kepada presiden dan mantan presiden, ada proteksi protokoler ada peraturan pemerintahnya," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).Menurut dia, jika ingin selamat, SBY harus menjaga sistem hukum agar berjalan dengan baik. Tidak seperti sekarang yang menurut dia hukum banyak dilanggar oleh penegak hukum, khususnya KPK."Ini menunjukkan ketakutan lain, jaga sistemnya dong. Sebab saya dari awal, bola liar metode penyidikan KPK bisa mengorbankan Pak SBY, ada 3 moncong senjata menuju SBY, Century, Hambalang, SKK Migas kalau dibiarkan begini terus," kata dia.Sejauh ini, Fahri menilai, hukum acara yang terjadi di KPK selalu dilanggar. Hal ini, lanjut dia, justru akan menjadi bumerang bagi SBY setelah lengser."Hukum acara ditabrak, saya yakin Pak SBY, dia akan jadi korban kalau rezim berganti. (Karena itu) bikin sistem yang pasti, supaya kita tahu, kita jadi korban atau tidak," terangnya.Dengan sistem seperti saat ini, anggota Komisi III DPR ini melihat, bahwa yang tersangkut kasus hukum justru orang-orang yang sial. Bukan malah orang yang benar-benar jahat dan layak dijebloskan ke penjara."Yang kena ini yang sial, bukan betul-betul jahat. Ini tidak boleh dibiarkan dalam sistem harus menganut azas kepastian dan keadilan. Ini yang Pak SBY enggak nangkep, harusnya dia membaca secara lebih konstruktif," pungkasnya.

Rekomendasi