Nama politikus Partai Keadilan Sejahtera bermunculan dalam persidangan terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Luthfi Hasan Ishaaq, hari ini. Kali ini, saksi Yudi Setiawan menyebut politikus PKS, Tamsil Linrung, ikut menggarap proyek pengadaan benih kopi di Kementerian Pertanian.Yudi mengatakan, awalnya bocoran paket pengadaan benih kopi diberikan Tamsil kepada saksi Denny Pramudia Adiningrat. "Paket kopi itu awalnya Denny diberikan oleh Tamsil Linrung. Dia orang anggaran," kata Yudi saat bersaksi dalam sidang Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (7/10).Yudi mengatakan, istri Denny, Elda Devianne Adiningrat, sempat menyampaikan kepada dia nanti akan ada kewajiban yang harus dibayar kepada Tamsil saat proyek selesai. Maksud kewajiban itu adalah komisi sebesar 5-6 persen untuk Tamsil dari pagu anggaran proyek pengadaan benih kopi."Saat pelaksanaan, di tengah-tengah saya tahu itu punya Tamsil. Tapi kata Fathanah hajar saja. Kata Fathanah itu arahan Pak Luthfi. Jadi artinya Pak Luthfi merampok proyek orang lain," ujar Yudi.Yudi mengakui, praktik lobi dengan mengirimkan uang kepada anggota DPR dan membeli atau mengijon proyek sudah lazim dilakukan. Karena menurut dia, jika tidak dilakukan maka tidak akan mungkin berhasil menggaet proyek itu."Sudah umum hukumnya. Kalau sudah dibayar, DPR akan mengawal sampai teknis," ucap Yudi.
Yudi Setiawan sebut Tamsil Linrung ikut garap proyek benih kopi
Ia mengakui, praktik lobi dengan mengirimkan uang kepada anggota DPR hal biasa.
Advertisement
Rekomendasi