Fenomena dan gejala sosial yang menggambarkan kejahatan polisi amat jarang sekali diangkat dalam film Indonesia. Tidak seperti di India, Hongkong atau negara-negara lainnya yang banyak potret kejahatan polisi dalam kenyataan sosial masyarakat yang digambarkan dalam film.Padahal, potret wajah polisi untuk diangkat di layar kaca amatlah penting. Selain untuk memberikan nilai edukasi kepada publik, film yang mengangkat kejahatan wajah polisi di layar kaca perlu untuk dicerminkan dan tidak harus ditutup-tutupi.Mengapa potret wajah kejahatan polisi jarang sekali atau nyaris tidak ada menghiasi layar kaca? Apakah ada intervensi kepada Lembaga Sensor Film dan larangan untuk membuatnya?Anggota Lembaga Sensor Film (LSF) M Anis menegaskan bahwa tidak ada larangan untuk membuat film yang menggambarkan kejahatan polisi seperti fenomena sosial dalam kenyataan di masyarakat."Gak ada larangan dan gak ada intervensi," kata Anis kepada merdeka.com.Adapun alasan tidak adanya film yang menggambarkan kejahatan polisi di layar kaca, menurut Anis disebakan karena tidak ada yang membuatnya."Film itu tidak ada yang membuat. Untuk membuat film itu kan dibutuhkan produser, sutradara film, artis dan penulis cerita," jelas Anis.Sedangkan film yang ramai dan memiliki kuantitas tinggi, Anis menambahkan, adalah film-film yang dikemas dalam sinetron dan percintaan. Kemudian film-film horor.Anis mengaku memang perlu untuk membuat film yang bertemakan tentang kejahatan polisi."Namun itu bukan wilayah kami (LSF). Kami hanya menyensor film-film yang masuk saja," tegas Anis."Kriteria penilaian sensor film secara garis besar adalah pornografi dan kekerasan. Film yang mengandung dua unsur itu bukan berarti tidak diloloskan, akan tetapi dipotong dan dihilangkan," pungkasnya.Padahal sebagai bagian media dari media massa, film dan sinetron, mestinya mencerminkan kenyataan sosial, bukan malah menutup-nutupinya. Jika hal ini terjadi pada zaman Orde Baru bisa dimengerti, karena penguasa saat itu mengontrol sangat ketat pembuatan film dan sinetron.Kini sudah era bebas, mengapa tidak muncul juga sosok jahat polisi dalam film dan sinetron.
LSF: Tak ada larangan membuat 'film polisi jahat
Tidak banyak produser dan sutradara yang tertarik membuat film bertemakan polisi.

Advertisement
Rekomendasi

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383176/original/051015000_1793073788-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380366/original/094821200_1792674995-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_20.12.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4245351/original/091411800_1669809381-3214.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)