Pengaruh politik nasional sebabkan jarang ada film polisi jahat

Pengaruh politik nasional sebabkan jarang ada film polisi jahat.

Pramirvan Datu Aprillatu
Pengaruh politik nasional sebabkan jarang ada film polisi jahat
film polisi. tumblr.com

Jarang kita dapati film-fim yang menampilkan sosok polisi jahat di Tanah Air. Hal tersebut diyakini produser sekaligus pemerhati film nasional, Ichwan Persada sebagai pengaruh politik yang menyebabkan minimnya cerita atau isi film yang menggambarkan polisi berperan antagonis.Produser yang mengembangkan film nasional berjudul 'Batas' tersebut mengatakan bahwa trend film polisi jahat jarang, karena adanya intervensi pemerintah masa lalu."Saya kira, kalau film yang menggambarkan polisi jahat dari, jarang ada. Dari zaman Orde Baru tekanan-tekanan pemerintah kepada pembuat film menjadi satu alasan untuk takut membuatnya," katanya Ichwan saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (20/10).Ichwan mengkritik dunia perfileman nasional yang hingga saat ini belum juga memunculkan sosok polisi jahat atau menceritakan kondisi kepolisian sebenarnya."Materi jadi satu kelemahan bagi dunia perfilman kita, belum ada movie maker yang pas mengkarakterkan dan men-direct sebuah film dengan tokoh utama seorang polisi yang jahat," ujarnya.Produser yang mengembangkan film cerita masyarakat di wilayah perbatasan antar negara itu, juga menilai selama ini film independen jadi panggung tertutup bagi komunitas film yang menciptakan sebuah film pendek dengan cerita polisi jahat."Kalo film-film indie, masih banyak juga yang buat seperti isi film seperti itu, tapi sedikit yang bisa menonton, jarang sampai masyarakat luas. Itulah bedanya sebuah iklim politik yang berbeda dibanding negara Eropa, khususnya Amerika yang jadi barometer perfilman dunia," terangnya.Ichwan pun masih berharap pada sineas-sineas muda yang bermunculan saat ini agar bisa menjadi pelopor bagi menggeliatnya film yang tidak biasa saja. Namun bernuansa kritis semisal bercerita tentang polisi kejam, serakah maupun jahat.

Rekomendasi