Ketum PBNU pimpin salat Ied di Hong Kong

Salat Ied di Victoria Park diikuti lebih dari 60 ribu jamaah yang sebagian besar adalah buruh migran Indonesia.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Ketum PBNU pimpin salat Ied di Hong Kong
KH Said Aqil Siradj. merdeka.com

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kali ini tidak merayakan Idul Fitri di tanah air. Di Hong Kong, dia memimpin salat Idul Fitri puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI).Salat Idul Fitri di wilayah khusus RRC itu dipusatkan di Victoria Park, Minggu (19/8), dan diikuti lebih dari 60 ribu jamaah yang sebagian besar adalah buruh migran Indonesia. Dalam khotbahnya, Kang Said, demikian ia disapa, menekankan pentingnya menjaga keharmonisan."Manusia dalam bahasa Arab berarti insan. Itu objeknya, dan subjeknya adalah Anas untuk laki-laki, Anisa untuk perempuan. Semua artinya sama, yaitu intim atau harmonis," kata Kang Said lewat siaran pers yang diterima merdeka.com.Atas dasar tersebut, kata Kang Said, menjaga keharmonisan dalam kehidupan bukan lagi sekedar kewajiban manusia, melainkan kodrat yang wajib dijalankan.Meski demikian, lanjut Kang Said, manusia dilahirkan dengan memiliki hawa nafsu. Hal itulah yang menjadikan kodrat menjaga keharmonisan seringkali tidak dijalankan. Melalui keharmonisan dalam hidup, pemenuhan nafsu-nafsu hendaknya bisa dilakukan dengan cara-cara yang manusiawi."Memiliki nafsu tidaklah salah, bahkan itu juga kodrat manusia dan memang harus dimiliki. Tapi bagaimana kita bisa memenuhi nafsu itu, keharmonisan bisa menjadi kuncinya," tambah Kiai Said.Dalam kaitan kehidupan buruh migran Indonesia di Hong Kong, ujar dia, keharmonisan akan menjadi sangat penting. Sesama perantau di negeri orang, sikap saling menghargai dan menghormati ditekankan untuk tetap dijalankan."Jangan pernah minder menjadi pembantu, karena di mata Allah derajat kita sebagai manusia sama. Tapi bagaimana kita bisa hidup harmonis, saling menghargai satu dengan lainnya, itu yang akan membedakan berada di golongan manusia apa kita ini di mata Allah," ujar dia.Kehadiran Kang Said sebagai imam dan khatib salat Idul Fitri merupakan kehendak berbagai organisasi BMI (Buruh Migran Indonesia) di Hong Kong. Keinginan tersebut mendapatkan respons positif dari Konsulat Jendral Indonesia.Selain menjadi imam dan khatib, Kang Said juga dijadwalkan melakukan dialog keagamaan dengan berbagai organisasi BMI, salah satunya di Macau dan Guang Zhou.

Rekomendasi