Aksi sahur on the road di mata kiai NU

KH Said Aqil meminta tujuan untuk berbagi harus pula diikuti dengan perilaku yang terpuji. Bukan malah tawuran.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Aksi sahur on the road di mata kiai NU
ilustrasi ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyayangkan peserta sahur on the road yang malah tawuran dengan warga. Said Aqil meminta tujuan yang mulia untuk berbagi harus pula diikuti dengan perilaku yang terpuji."Sebenarnya niat sahur on the road itu bagus. Tapi jangan sampai bentrok, apalagi sampai berdarah-darah. Di agama manapun tidak membenarkan," ujar Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (16/7).Dia menambahkan rata-rata, peserta sahur on the road masih berusia remaja. Tentunya ini usia yang rawan."Paling-paling bentrok karena persoalan sepele. Anak muda naik motor, lalu ada perkataan yang menyinggung. Karena itu kita mengimbau agar mereka bisa menjaga diri. Jangan karena masalah sepele lalu ribut di jalan," tegas Said Aqil.Sebelumnya, sekelompok pemuda yang berniat membagi-bagikan makanan sahur alias sahur on the road, malah terlibat tawuran dengan warga sekitar.Informasi yang dikumpulkan, merdeka.com, warga kesal karena ada beberapa peserta sahur on the road yang malah bikin macet dan ugal-ugalan di jalan raya."Antar peserta sahur on the road dan warga di Perempatan Srengseng, Jakarta Barat. Agar hati-hati apabila sedang melintas dan masih penanganan," demikian informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Minggu (12/8) pukul 01.30 WIB.

Rekomendasi