Ironi di negeri koboi berpistol

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Bagai zaman Wild West dulu, enteng saja orang menodongkan senjata pada orang lain. Sebuah ironi di negara hukum.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Ironi di negeri koboi berpistol
ilustrasi bunuh diri pistol. sxc.hu

Kasus kriminal dengan senjata api seakan tidak ada habisnya akhir-akhir ini. Bagai zaman Wild West dulu, enteng saja orang menodongkan senjata pada orang lain. Sebagian menembaki orang seperti saat zaman Chicago dikuasai gembong Mafia Al Capone tahun 1930an. Inilah Indonesia, ironi negeri koboi.Belum hilang dalam ingatan saat Kapten Lutfi, anggota TNI AD mengeluarkan pistol dan mengancam pengendara vespa bernama Simon, Senin (30/4). Alasannya sepele, cekcok di jalan.

Video yang beredar di youtube soal aksi sang koboi beraksi di Palmerah ini membuah heboh. Menko Polhukam Djoko Suyanto pun angkat bicara. Belakangan TNI AD mengklarifikasi kalau pistol Kapten Lutfi bukan pistol asli melainkan airsoft gun.Kini giliran pengusaha Iswahyudi Anshar yang dipolisikan. Iswahyudi marah saat tagihan makanannya di 'Corc&Screw' mencapai Rp 3.249.000. Padahal, saat Iswahyudi memeriksa ternyata ada dua jenis minuman yang tidak dipesan, namun masuk tagihan sehingga ada kelebihan tagihan Rp 200.000.

Iswahyudi pun mengancam akan meratakan isi restoran jika tidak diketemukan dengan pemilik restoran. Dia lalu menodongkan senjata api ke arah pegawai restoran. Atas peristiwa itu, pihak restoran melaporkan Iswahyudi ke Polda Metro Jaya. Dia lalu ditangkap di bilangan Kuningan pada Jumat (4/5).

Iswahyudi ditahan keesokan harinya. Dari penggeledahan di rumah Iswahyudi, polisi juga menemukan 150 butir peluru tajam dan peluru karet, beberapa buku kepemilikan senjata, serta beberapa kartu izin penggunaan senpi.Polda Metro Jaya mensinyalir masih banyak senjata api yang beredar di kalangan warga sipil di Jabodetabek. Jumlahnya lebih dari seribu pucuk senjata api. Diduga inilah penyebab banyak kekerasan terjadi."Masih ada sekitar 1.000 pucuk senjata api lagi yang masih berada di tangan warga sipil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jakarta, Kombes Rikwanto kepada wartawan, Minggu (6/5).Rikwanto menambahkan, senjata api yang paling banyak beredar di warga sipil adalah yang berpeluru karet yakni sekitar 70 persen."Sisanya yakni yang berpeluru gas sekitar 25 persen dan berpeluru tajam sekitar 5 persen," jelasnya.Selain di Jabodetabek, Perbuatan tidak terpuji juga dilakukan petugas kepolisian di Manado. Sembilan orang polisi ditahan karena melakukan keributan di Club Deluxe Bar Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (1/5).

Penodongan dipicu oleh keributan di tempat parkir. Mobil salah satu polisi menghalangi akses mobil lain. Ketika ditegur tukang parkir, polisi marah dan berujung penodongan pistol.Briptu HY, salah seorang dari mereka,kedapatan menodong tukang parkir di tempat hiburan malam tersebut. Sedangkan delapan orang lainnya juga ditahan karena datang ke kelab malam tanpa ada perintah tugas serta melakukan keributan. "Dia ditahan," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Muhammad Taufik kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (3/5).Itu beberapa kasus yang cuma menodong dengan senjata api. Yang menggunakan senjata api untuk merampok lebih banyak lagi. Perampokan minimarket sudah menjadi hal lumrah. Minggu (6/5), peristiwa perampokan terjadi di Serpong Tangerang.Di Bandung, dua penembakan terjadi dalam waktu dekat. Satu korbannya mahasiswa Unpar, sementara satu lagi seorang pengusaha jasa pengamanan bernama Husen. Dia ditembak di kawasan Hegarmanah Bandung saat berada dalam mobil Land Cruiser miliknya.Nyawa pun semakin murah di negeri koboi.

Rekomendasi