Belum Terima Daftar OTT, BNPB Sebut Hanya Dapat Informasi Soal Sestama

BNPB menyatakan belum menerima daftar nama yang terjaring OTT KPK; informasi yang diterima sejauh ini hanya menyebut Sekretaris Utama BNPB.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Belum Terima Daftar OTT, BNPB Sebut Hanya Dapat Informasi Soal Sestama
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers penanganan gempa NTT, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan belum menerima daftar nama pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut pihak BNPB, informasi yang disampaikan KPK sejauh ini hanya menyebut posisi Sekretaris Utama (Sestama) BNPB.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan hal itu saat memberikan keterangan. "Seperti yang kami sampaikan tadi, kami sampai saat ini belum mendapatkan nama-nama siapa yang menjadi OTT tersebut," tutur Berton, Rabu (14/10/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai keterlibatan Sestama BNPB, Berton menegaskan informasi tersebut berasal dari keterangan KPK. "Iya, yang kita dapatkan informasi selama ini dari pihak KPK adalah menyebutkan nama Bapak Sestama. Hanya itu yang bisa kami sampaikan," jelas dia.

Nama Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian menjadi sorotan setelah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026). Rustian termasuk di antara 14 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihak-pihak yang diamankan terdiri atas pejabat BNPB dan unsur swasta, termasuk pejabat pembuat komitmen (PPK). KPK menduga perkara tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.

Profil Karier Sekretaris Utama BNPB Rustian

Rustian tercatat memiliki gelar Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes sebagaimana tercantum dalam publikasi resmi BNPB. Kariernya di BNPB meliputi sejumlah posisi strategis terkait dukungan sumber daya dan logistik untuk penanganan keadaan darurat.

Pada 2021, Rustian tercatat menjabat Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan. Pada tahun yang sama ia kemudian diangkat menjadi Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat di Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB. Jabatan-jabatan tersebut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan saat terjadi keadaan darurat.

Pada 28 Juli 2023, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melantik Rustian sebagai Sekretaris Utama BNPB. Sebelum pelantikan itu, ia menjabat Direktur Sumber Daya Darurat pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB. Struktur Sekretariat Utama BNPB mencakup unit seperti Biro Perencanaan, Biro Keuangan, Biro Hukum, Organisasi dan Kerja Sama, serta Biro Sumber Daya Manusia dan Umum.

Dalam tugas administrasi kelembagaan, Rustian juga terlibat dalam pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. Sebagai contoh, pada 3 November 2025 ia memimpin pelantikan dan pengalihan jabatan 59 pejabat administrasi menjadi pejabat fungsional, dan menyampaikan harapan agar penyederhanaan birokrasi membuat organisasi bekerja lebih profesional, dinamis, dan cepat.

Selain itu, Rustian tercatat melakukan pengecekan penanganan bencana di lapangan, termasuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau pada 14 Juni 2026 untuk menilai perkembangan penanganan dan kesiapan tim operasi pemadaman.

Rekomendasi