Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan alasan pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di pelbagai daerah. Keterlibatan TNI diperlukan untuk membantu mempercepat pembangunan puluhan ribu unit koperasi yang ditargetkan siap beroperasi secara bertahap.
Zulhas mengatakan bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan pekerjaan besar yang melibatkan hampir seluruh kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa.
"Untuk membangun 80.000 bangunan besar dengan pembebasan tanah di seluruh Indonesia, tidak mungkin kita gunakan sistem tender satu per satu," kata Zulhas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (14/10).
Menurut dia, proses tender satu per satu berpotensi membuat pembangunan berjalan lebih lama. Terlebih, apabila terdapat persoalan dalam proses pengerjaan yang berujung pada pemeriksaan hukum dan penghentian proyek.
"Kalau satu per satu, nanti ada yang miring, diperiksa Kejaksaan, dipanggil, lalu distop. Bisa 10 tahun tidak selesai. Maka dari itu, kita meminta semua pihak, termasuk TNI, untuk membantu," ujar Zulhas.
Zulhas menjelaskan, pembangunan Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap. Tahap awal berupa pembentukan koperasi telah diselesaikan dalam beberapa bulan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sarana fisik untuk mendukung operasional koperasi.
Dia menegaskan, penyiapan puluhan ribu unit koperasi tersebut membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor. Karena itu, masyarakat diminta memahami skala pekerjaan yang tengah dilakukan pemerintah.
Advertisement
Target 35.000 Unit Kopdes hingga Akhir Tahun
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut pemerintah menetapkan target moderat sebanyak 35.000 unit Kopdes Merah Putih pada akhir 2026. Dari target tersebut, disebutkan bahwa sudah terdapat sekitar 28.000 hingga 29.000 unit yang telah siap saat ini.
Sementara itu, sekitar 8.000 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian dan pemenuhan kebutuhan operasional dalam beberapa pekan ke depan.
Tidak hanya menyiapkan bangunan kopdes, Zulhas mengungkapkan bahwa pemerintah juga memastikan ketersediaan sarana pendukung agar kegiatan distribusi barang dapat berjalan. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk menyalurkan berbagai barang bersubsidi, mulai dari pupuk, gula, minyak goreng hingga gas LPG.
Kesiapan armada yang akan digunakan untuk mendukung operasional koperasi juga turut diperiksa. Pemeriksaan mencakup ketersediaan dan kelayakan kendaraan, termasuk truk, mobil pengangkut, mobil pikap, hingga becak motor (bentor).
Pembangunan Kopdes Merah Putih diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian bangunan, tetapi juga diikuti kesiapan sarana distribusi untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.