Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku bisa menghemat sekitar Rp 660 juta dengan adanya program Earth Hour Day hari ini.
Juru Bicara PLN, Bambang Dwiyanto mengatakan bahwa jika tahun lalu hari sayang energi ini bisa menurunkan beban 600 MW di daerah Jawa Bali, untuk tahun ini juga diperkirakan sama.
"Jadi 600 MWh dikali Rp 1.100 yaitu biaya listrik rata-rata per Kwh, akan menjadi Rp 660 juta," ujar Bambang.
Program tersebut, lanjut Bambang, akan meringankan PLN untuk menggunakan solar sebagai bahan bakar pembangkitnya. "Semoga masyarakat lebih banyak yang terlibat di earth hour dan penghematannya lebih besar," jelas dia.
Sementara itu, di Bandung untuk pemadaman pada jam 20.30 hingga 21.30 diperkirakan dapat menghemat 300 MWh.
"Earth Hour merupakan kampanye global yang mengajak setiap individu, kelompok atau komunitas hingga jajaran pemerintahan di seluruh dunia untuk menyatakan kepeduliannya terhadap permasalahan perubahan iklim di bumi," ujar Koordinator Umum panitia dari Jaringan Komunikasi Bandung Bijak Energi (JKBBE) Cristian Natalie, saat dihubungi Sabtu (31/3)
Dia menjelaskan jika di Bandung ada 700 ribu rumah di Kota Bandung ikut mematikan dua lampu listriknya selama satu jam maka energi listrik yang dihemat mencapai 300 MW.
Acara Earth Hour sendiri di Provinsi Jawa Barat akan dipusatkan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung. Gedung Sate dipilih karena simbol Kota Bandung dan ibu kota Provinsi Jabar. Sehingga diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat.