Terdakwa kasus cek pelawat, Nunun Nurbaeti, mengaku bertemu pertama kali dengan Asep Rochimat Sudjana dan Paskah Suzetta di sebuah acara paguyuban Sunda. Saat itu Nunung diangkat sebagai indung urang sararea, ibu kita semua."Yang saya hormati Bang Asep, memang kita tidak pernah bertemu, namun kita bertemu pada acara Sunda. Kebetulan saya waktu itu diangkat oleh paguyuban sebagai indung urang sararea," kata Nunung saat menanggapi kesaksian Asep Rochimat Sudjana dan Paskah Suzetta, di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/3).Sebagai seorang yang berlatar belakang Sunda, Nunun mengaku, sering mengadakan acara khusus untuk orang-orang Sunda. Dalam acara tersebut, anggota DPR yang berasal dari suku Sunda ikut diundang."Majelis hakim, bapak ibu jaksa yang saya hormati, dan yang saya banggakan Bapak Paskah. Sesama orang Sunda kita kenal baik tahun 2002. Waktu itu saya diangkat oleh kasundaan indung sararea urang sunda ibunya urang sunda," kata Nunun.Seperti diketahui, Nunun didakwa memberikan cek pelawat senilai Rp 20,85 miliar yang merupakan bagian dari 480 cek pelawat senilai 24 miliar. Nunun diduga memberikan cek itu pada anggota Komisi IX DPR melalui Arie Malangjudo tahun 2004 lalu. Diduga uang ini untuk memuluskan langkah Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI).Dalam kasus ini Udju Djuhaeri, Endin Soefihara, dan Dudhie Makmun Murod sudah divonis bersalah. Kini KPK sudah menetapkan Miranda Goeltom sebagai tersangka, namun Miranda belum ditahan.
Nunun bertemu Paskah & Asep di acara paguyuban Sunda
Sebagai seorang yang berlatar belakang Sunda, Nunun mengaku, sering mengadakan acara khusus untuk orang-orang Sunda.
Advertisement
Rekomendasi