Pihak Jasa Raharja menyantuni sembilan siswa dan seorang guru yang tertabrak mobil guru di kompleks Perguruan Buddhis Bodhicitta, Jalan Selam I, Sumatera Utara, Jumat (2/3).Santunan diserahkan di RS Columbia Asia, Medan, Rabu (7/3) siang. "Jumlah korban yang sudah keluar dari rumah sakit 10 orang. Dari 10 orang ini, total biaya perawatannya sekitar Rp 31 juta. Jumlah yang dibayarkan bervariasi karena tingkat cedera korban berbeda-beda," kata Kepala Cabang Jasa Raharja Medan Udjiono di RS Columbia Asia.Sesuai amanat undang-undang, kata Udjiono, setiap korban yang tertabrak kendaraan bermotor berhak mendapatkan santunan. Masing-masing korban mendapatkan pengganti biaya perawatan maksimal Rp 10 juta. Pengganti biaya perawatan ini diserahkan ke rumah sakit.
"Tapi, kalau keluarga sudah membayar, kita serahkan ke keluarga. Begitu pula bila yayasan sudah membayar, maka kita serahkan ke yayasan," jelas Udjiono.
Jika ada korban yang mengalami cacat tetap, maka Jasa Raharja menyiapkan santunan cacat tetap. "Dari yang sudah keluar ini, tampaknya tidak ada yang berat. Yang berat, ada delapan lagi masih dirawat," sebut Udjiono.Direktur Pendidikan Yayasan Perguruan Buddhis Bodhicitta Peter Lim menyatakan berterima kasih atas santunan dari Jasa Raharja. Terlebih, tim dari Jasa Raharja langsung turun ke lokasi tak lama setelah kejadian. "Meski sudah disantuni Jasa Raharja, kita tetap memberikan yang terbaik kepada para korban," sebutnya.
Sementara itu, Chief Medic RS Columbia dr Kyanto Nazar menyatakan, kondisi para korban yang dirawat semakin membaik. Dia juga memaparkan bahwa seharusnya dua korban pulang kemarin. "Tapi batal pulang. Orang tuanya ingin mereka dirawat lagi, makanya masih tersisa delapan lagi," papar dr Kyanto.