Pramono Sebut Taman Bendera Pusaka akan Jadi Solusi Banjir dan Bau di Jakarta, Sungai Bakal Bening

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, berencana menata dan mengintegrasikan Taman Langsat, Taman Ayodya, serta Taman Leuser di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Sebut Taman Bendera Pusaka akan Jadi Solusi Banjir dan Bau di Jakarta, Sungai Bakal Bening
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peletakan batu pertama septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga dilakukan di Rusunami (© 2025 Liputan6.com)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana untuk menata dan mengintegrasikan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi satu kesatuan kawasan terbuka hijau bernama Taman Bendera Pusaka. Penataan ini bertujuan untuk mengatasi masalah banjir dan bau tidak sedap yang sering muncul dari area taman tersebut.

“Di tempat itu selalu banjir. Maka dengan demikian apa yang akan menjadi manfaat buat lokasi yang sekarang menjadi lokasinya Taman ASEAN atau ASEAN atau Blok M yang pertama adalah penanganan banjir,” ungkapnya. 

Dengan luas kurang lebih 5,6 hektare, taman itu akan dilengkapi juga berbagai fasilitas olahraga, seperti jogging track khusus sepanjang 1,2 kilometer, lapangan bulu tangkis, lapangan tenis, dan lapangan padel.Pramono menyebut, penanganan banjir menjadi prioritas utama karena kawasan Blok M selama ini kerap tergenang saat musim hujan.

Dia berujar, sistem drainase baru akan diintegrasikan dengan desain taman, sehingga dapat menampung dan mengalirkan air dengan lebih efektif.

“Kami akan membuat sungai yang betul-betul, kalau dilihat dari atas, sungainya itu bening banget,” ucap Pramono.

Pramono menyatakan, "Untuk membangun, menghilangkan banjir dan bau sendiri sebenarnya biaya cukup tinggi. Dan tapi ini kan harus dilakukan untuk kebaikan membangun Jakarta. Dan tamannya kita namakan Bendera Pusaka," setelah meresmikan Gedung MDI (MUI, DMI, IPQAH) Kebayoran Lama pada Kamis (7/8/2025). Ia menjelaskan bahwa nama Bendera Pusaka dipilih untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pembangunan Indonesia memerlukan waktu dan proses sejarah yang panjang, agar generasi muda dapat memahami hal tersebut.

Lebih lanjut, Pramono menambahkan, "Sekaligus nanti kami akan persiapkan juga gerai atau headquarter ASEAN." Meskipun ada beberapa pedagang dari Pasar Barito yang belum bersedia pindah, ia menegaskan bahwa hal itu tidak akan menghalangi proses penataan. "Walau pun kemudian masih ada pedagang yang belum ingin untuk pindah. Tentunya tidak boleh menghambat rencana pembangunan yang ada. Dan saya konsekuen untuk itu," ungkapnya.

Pramono juga menekankan bahwa penataan taman ini bukan untuk kepentingan pribadi atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melainkan untuk kepentingan seluruh warga Jakarta. "Sebenarnya pedagangnya semuanya sudah tanda tangan, sudah bersedia untuk dipindahkan. Tapi ya udah lah ini kan tetap tidak boleh kemudian pembangunannya terhenti. Tapi saya selalu mengatakan bahwa proses negosiasi itu tetap jalan," tegasnya.

Rekomendasi