Polisi Usut Kasus Penganiayaan dan Perusakan Terkait Bentrok Ojol dan Debt Collector

Rabu, 7 Juli 2021 11:30 Reporter : Merdeka
Polisi Usut Kasus Penganiayaan dan Perusakan Terkait Bentrok Ojol dan Debt Collector Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Anggota Polsek Sawah Besar memeriksa sejumlah saksi terkait bentrok driver ojek online (ojol) dengan debt collector atau penagih utang. Bentrokan yang melibatkan puluhan pengemudi ojol tersebut terjadi di Jalan Raya Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (6/7).

"Kita sudah tangani dan Satreskrim Polres Jakpus sudah menangani. Jadi ada dua perkara yang ditangani terkait pengrusakan dan penganiayaan. Penganiayaan itu maksudnya ada yang terpukul, dia (korban) melaporkan," kata Kapolsek Sawah Besar, Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom, Rabu (7/7).

Menurut dia, pihak Ojol maupun debt collector sama-sama tak salah dalam bentrok tersebut. Kasus itu saat ini masih didalami polisi.

"Jadi dari pihak ojol menganggap bahwa dari pihak Mata Elang melakukan penarikan namun ternyata terjadi salah paham lah intinya seperti itu. Tapi kita juga mengimbau kepada dua belah pihak terhadap kejadian kemarin tidak ada aksi-aksi gaya premanisme atau aksi-aksi main hakim sendiri," kata dia.

"LP-nya sudah dibuat di Polsek Sawah Besar, yang kasus penganiayaan juga sudah dilakukan visum terus yang pengrusakan juga kita sedang menganalisa video-video yang ada di TKP, awal mula kejadian itu sedang kita dalami nanti kita sampaikan," tandasnya.

Sebelumnya sebuah video viral di media sosial adanya keributan atau perseteruan yang terjadi antara pengemudi ojek online (ojol) dengan debt collector pada Selasa (6/7). Dalam akun Instagram @jktinfo, kejadian tersebut terjadi di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat.

"Selasa (6/7) Keributan antara driver ojol dengan mata elang di wilayah Mangga Besar Jakpus pada sore hari ini," tulis akun tersebut, Selasa (6/7).

Kejadian itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom. Ia menyebut, jika kejadian tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

"Terkait perkara video tersebut memang betul ada kejadian antara ojol dan pihak ketiga finance pada pukul 17.00 WIB, tapi berhasil kita pukul mundur dari Polsek Sawah Besar dan Polres Jakarta Pusat bertindak cepat," kata Maulana saat dihubungi, Selasa (6/7).

Peristiwa itu pun dapat dibubarkan oleh aparat kepolisian sejam setelah kejadian itu terjadi. Petugas pun meminta kepada kedua belah pihak apabila ada yang merasa menjadi korban untuk segera membuat laporan polisi.

"Kita sudah bubarkan massa pada pukul 18.00 WIB massa kembali ke tempat masing masing dengan tertib dengan damai, tadi kita juga sampaikan kedua belah pihak agar kedua belah pihak apabila ada korban silakan membuat laporan di Polsek Sawah Besar akan kita tangani dengan profesional," ujarnya.

Saat ini, kejadian tersebut sedang ditangani oleh pihaknya dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. Lalu, untuk kondisi di lokasi kejadian sendiri disebutnya sudah kembali kondusif.

"Untuk permasalahan ini sedang kita dalami ada beberapa saksi-saksi sudah kita amankan di bawa ke Polsek Sawah Besar, sedang kita dalami terkait kejadian tersebut, siapa berbuat apa permasalahannya yang pasti situasi sudah kondusif. Kita sudah melakukan upaya upaya represif supaya massa bisa berangsur-angsur kembali ke tempat masing-masing," tutupnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini