Petugas Gabungan Tangkap 2 Pembunuh 4 Prajurit TNI di Posramil Kisor Maybrat

Kamis, 30 September 2021 11:16 Reporter : Nur Habibie
Petugas Gabungan Tangkap 2 Pembunuh 4 Prajurit TNI di Posramil Kisor Maybrat Polisi Tetapkan 17 DPO Penyerangan Pos Koramil di Maybrat. ©2021 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Personel gabungan TNI-Polri menangkap sejumlah orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait penyerangan dan pembunuhan terhadap empat prajurit TNI di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Penangkapan DPO itu dibenarkan Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi.

Namun, Adam belum merinci soal jumlah maupun kronologi penangkapan para pelaku. Adam menyebut petugas gabungan TNI dan Polri akan menggelar konferensi pers secara resmi terkait kronologi dan siapa DPO ditangkap tersebut siang nannti.

"Iya (DPO ditangkap), pukul 13.00 WIT, kita rilis resmi," kata Adam saat dihubungi, Kamis (30/9).

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing memerintahkan seluruh polres jajaran menyebar foro beserta identitas daftar pencarian orang (DPO) anggota KNPB Maybrat yang menyerang Posramil Kisor, sampai ke pelosok Provinsi Papua Barat.

"Foto DPO anggota KNPB pelaku tindak pidana penyerangan Posramil Kisor Maybrat yang menyebabkan gugurnya 4 personel TNI AD (2/9) harus disebar sampai ke pelosok daerah ini," ujar Irjen Tornagogo, di Manokwari dilansir Antara, Rabu (15/9).

Kepala bidang (kabid) Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi membenarkan perintah pimpinan Polda Papua Barat ini sebagai bentuk keseriusan Polisi bersama TNI terus memburu para pelaku tersebut.

Dia mengatakan foto dan indentitas 17 DPO pelaku kriminal dari kelompok KNPB ini berlaku di seluruh wilayah Papua Barat. Bagi masyarakat yang melihat atau mengenali wajah para DPO agar segera melapor lewat pusat pengaduan (call center) 110 atau ke pos keamanan terdekat.

Adam Erwindi mengatakan bahwa masyarakat juga bisa melaporkan langsung melalui telepon seluler Kasat Reskrim Polres Sorsel (082399760680), Kanit I Sat Reskrim Polres Sorsel (081382929298), atau melapor ke Ditreskrimum Polda Papua Barat (082112259716)

"Kami mengimbau bagi masyarakat yang melihat wajah orang-orang dalam lembaran DPO agar menghubungi nomor layanan Polisi, agar pelaku bisa ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum" ujar Kabid Humas.

Kabid Humas juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh orang-orang yang mengajak melakukan tindak pidana yang merugikan diri sendiri atau orang lain.

"Perbuatan pidana 19 orang kelompok KNPB ini telah merugikan masyarakat Maybrat, kami imbau masyarakat tak lagi terprovokasi hasutan kelompok seperti ini," ucap dia menegaskan.

KNPB Dalang Penyerangan Posramil

Polda Papua Barat mengungkap pemimpin Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sektor Kisor, Maybrat, Silas Ki sebagai otak dalam penyerangan Pos Koramil yang menewaskan empat anggota TNI. Silas Ki sudah ditetapkan dalam 17 Daftar Pencarian Orang (DPO) yang secara terencana melakukan penganiayaan dan pembunuhan di Posramil Kisor.

"Rekam jejak Silas Ki diperoleh berdasarkan keterangan dua anggotanya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu MY dan MS," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi dalam konferensi pers di Markas Polda Papua Barat di Manokwari, Jumat (10/9).

Adam mengatakan Silas Ki sebelumnya dikukuhkan sebagai pemimpin KNPB Sektor Kisor pada 19 Desember 2020 dan memiliki pengikut dalam struktur organisasi itu.

Dia juga mengungkap bahwa sebelum melakukan aksi penyerangan di pos persiapan Koramil Kisor, kelompok KNPB pimpinan Silas Ki dua kali melakukan pertemuan untuk menyusun rencana.

"Pertemuan dilakukan sebanyak dua kali, sekitar Juli dan Agustus sebelum dilakukan penyerangan Pos Koramil pada Kamis (2/9) dini hari," ujar Adam.

Lebih lanjut Adam mengatakan bahwa selain peran Silas Ki, ada pula satu DPO lainnya atas nama Manfred Fatem yang sebelumnya ditetapkan sebagai DPO dua kasus pembunuhan.

"Manfred Fatem adalah DPO kasus pembunuhan satu anggota Brimob Polda Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni, dan kasus pembunuhan dua warga sipil di wilayah kabupaten Maybrat bersamaan di 2020," kata Adam.

Dia berujar bahwa tim penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengetahui motif penganiayaan dan pembunuhan empat anggota TNI di Posramil Kisor.

"Untuk saat ini kami masih terapkan tindak pidana pembuahan berencana sambil dilakukan pengembangan guna mengungkap motif sebenarnya," tandasnya.

Adapun 17 DPO tersebut adalah Silas Ki, Manfred Fatem, Musa Aifat, Setam Kaaf, Titus Sewa, Irian Ki, Alfin Fatem, Agus Kaaf, Melkias Ki, Melkias Same, Amos Ki, Musa Aifat, Moses Aifat, Martinus Aisnak, Yohanes Yaam, Agus Yaam, Robi Yaam. [gil]

Baca juga:
Kontak Tembak dengan KST di Kiwirok, Anggota Satgas Nemangkawi Luka di Dada
Kapolri Besuk Anggota Korban Penembakan KST: Terima Kasih, Kamu Sudah Luar Biasa
Komnas HAM Sebut Aksi KKB di Kiwirok Berciri Teroris
Komnas HAM Papua Investigasi Penyerangan Posramil Kisor Maybrat
Kronologi Pimpinan KST Papua Senat Soll Meninggal Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini