Permintaan Maaf TNI-Polri Kemayoran Tuding Pedagang Es Kue Renta Jual Makanan Berbahan Spons
Beredar video babinsa dan bhabinkamtibmas yang menuding seorang penjual es kue renta menjual dagangan yang mengandung bahan spons.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait video viral yang menuduh jajanan es kue jadul terbuat dari bahan spons. Pernyataan ini menyusul keresahan masyarakat dan hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan produk tersebut sebenarnya layak konsumsi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan dan tuduhan akibat video yang sempat beredar luas di media sosial di wilayah Kemayoran," ujar Bhabinkamtibmas dan Babinsa diunggah akun @fakta.indo dikutip merdeka.com, Selasa, (27/1).
Niat Edukasi di Balik Tindakan Lapangan
Petugas menjelaskan bahwa tindakan mereka awalnya didasari oleh laporan masyarakat yang merasa khawatir terhadap keamanan pangan di lingkungan tersebut. Dalam video yang sempat viral, petugas terlihat menguji es kue tersebut dengan cara menekan dan membakarnya, lalu menyimpulkan secara sepihak bahwa tekstur yang kenyal dan sifatnya yang meleleh menunjukkan bahan berbahaya seperti spons.
Niat Edukasi
Aparat menegaskan bahwa respons cepat tersebut murni bertujuan untuk melindungi konsumen.
"Niat kami semata-mata untuk mengedukasi agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman," tambahnya bhabinkamtibmas.
Sebagai petugas di lapangan, mereka merasa berkewajiban merespon setiap kekhawatiran warga demi menjaga keselamatan publik.
Hasil Lab Nyatakan Layak Konsumsi
Meski sempat menimbulkan polemik, Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah memberikan klarifikasi bahwa berdasarkan informasi dari laboratorium es kue tersebut dinyatakan layak dimakan. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya laporan korban keracunan maupun pihak yang merasa dirugikan secara medis setelah mengonsumsi jajanan tersebut.
"Sementara ini juga yang terduga juga kita kembalikan ke tempatnya, pembuatannya itu diberi keterangan dari Lokesh juga, sementara dari Lokesh Polres itu informasinya layak dimakan. Nah, sampai dengan sekarang ini, ini tidak ada pelapor atau korbannya, ataupun diduga ada yang keracunan atau ada laporan tidak ada sampai dengan sekarang ini," ujar agung.
Reporter Magang: Muhammad Aidil Akbar