Di sebuah rumah sederhana di bilangan Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), suara lonceng gereja GMIT Jemaat Emaus menjadi saksi bisu perjuangan seorang ibu yang sehari-hari bekerja sebagai koster.
Dialah Mama Elisabeth Ndawang, sosok perempuan tangguh yang dengan sapu dan pel lantai menjaga kesucian rumah Tuhan, tanpa pernah mengeluh meski hidup serba terbatas.Setiap pagi, Mama Elisabeth Ndawang sudah siap sebelum matahari terbit.
Tugasnya mulai dari membersihkan ruang ibadah, menyiapkan mimbar, hingga memastikan lilin dan perlengkapan gereja selalu tersedia.Tidak hanya menjadi koster semenjak empat tahun lalu, Elisabeth Ndawang juga menjadi ojek bagi tetangga maupun pengurus gereja, bahkan menjadi tukang cuci dan setrika keliling usai tugasnya di gereja usai.
Di balik pekerjaannya yang sunyi dan tidak banyak disorot, tersimpan semangat besar. Ia ingin empat orang anak termasuk Julio Sebastian meraih hidup yang lebih baik.
Anaknya, Julio Sebastian adalah sosok pendiam namun rajin belajar. Sejak ditinggal pergi ayahnya, Julio terbiasa membantu sang ibu di gereja. Ia tahu ibunya lelah, tapi ia juga tahu bahwa semua itu dilakukan demi masa depan dia dan adik-adiknya.
Tamat dari SDI Oesapa Kecil, Julio Sebastian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 5 Kupang dan tamat di SMA Negeri 5 Kupang tahun 2025 baru-baru ini.
Julio Sebastian tak ingin mengecewakan ibunya. Ia bercita-cita menjadi polisi, bukan karena seragamnya gagah, tapi karena ia ingin menjadi pelindung masyarakat, seperti ibunya menjadi pelindung kesucian gereja.
Advertisement
Perjuangan Julio Sebastian tidak mudah. Ia belajar keras tanpa les mahal. Olahraga pun dilakukannya secara mandiri berbekal izin dari sang ibu Elisabeth Ndawang usai sama-sama menyelesaikan pekerjaan di gereja.
"Setelah lulus SMA, Julio bilang mama saya mau tes polisi. Saya jawab mama tidak ada uang ni kaka. Julio jawab, mama tidak usah takut saya belajar dan berdoa," ungkapnya saat ditemui merdeka.com, Sabtu (5/6) siang.
Ketika pengumuman kelulusan bintara Polri tingkat Polda NTT diumumkan pada 3 Juli 2025 di SPN Polda NTT, nama Julio Sebastian muncul di urutan teratas. Juara satu! Tangis Mama Yuliana pecah. Bukan karena kesedihan, tapi karena rasa syukur yang tak tertahan.
Gereja tempat ia mengabdi menjadi tempat pertama yang ia kunjungi setelah mendengar kabar itu. Elisabeth Ndawang berlutut, menangis, dan berdoa berterimakasih kepada Tuhan.
Elisabeth Ndawang berpesan kepada Julio Sebastian anaknya untuk tidak sombong, tidak melawan atasan dan selalu mengandalkan Tuhan saat bertugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Advertisement
Julio Sebastian berjanji akan selalu mengingat pesan sang ibu, paman dan orang-orang yang mendukungnya, termasuk majelis gereja di lingkungan mereka yang selalu membimbingnya selama ini.
Ia berharap terus didoakan agar bisa menjalani pendidikan dengan baik dan bisa menjadi sosok anggota Polri yang bisa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan baik.
"Untuk mendapatkan hasil terbaik butuh perjuangan dan pengorbanan. Apa yang ditanam dan diperjuangkan dengan baik maka hasilnya pun akan baik," tutupnya memberikan motivasi.
Kini, Julio Sebastian bersiap menempuh pendidikan Kepolisian, sementara ibunya tetap setia menjaga dan melayani gereja sebagai koster.