Percepat Pemeriksaan Sampel Covid-19, Sumsel Tambah Laboratorium dan 3 Mesin TCM

Senin, 1 Juni 2020 19:31 Reporter : Irwanto
Percepat Pemeriksaan Sampel Covid-19, Sumsel Tambah Laboratorium dan 3 Mesin TCM Rapid test Covid-19 di Ciledug. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Untuk mempercepat pemeriksaan sampel Covid-19, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menambah satu laboratorium dan tiga mesin Tes Cepat Molekuler (TCM). Sementara jumlah pasien terkonfirmasi positif masih terus terjadi.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan, selama ini pemeriksaan swab hanya dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang dengan kapasitas 500 sampel per hari. Laboratorium kini ditambah satu lagi yakni di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) dengan kapasitas 80 sampel dalam satu hari.

Sedangkan TCM akan diposisikan di RSUD Siti Fatimah di Palembang, RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, dan RS Robain Banyuasin. Masing-masing TCM itu hanya mampu memeriksa sepuluh sampel sehari.

"Kita tambah laboratorium dan TCM untuk mempercepat pemeriksaan sampel swab, paling tidak ada 610 sampel yang bisa diperiksa dalam satu hari," ungkap Yusri, Senin (1/6).

Menurut dia, penambahan itu otomatis juga mempercepat petugas melakukan tracing terhadap orang yang kontak dengan pasien positif. Dimungkinkan tidak ada lagi penumpukan sampel yang menyebabkan lambannya hasil.

"Semakin banyak sampel yang diperiksa semakin mudah memutus penyebaran virus," kata dia.

Selain itu, ujarnya, pihaknya juga tengah mengusulkan pengadaan mobile ke Kementerian Kesehatan RI. Dengan alat itu petugas mendatangi orang-orang yang diduga terpapar atau tempat-tempat rawan.

"Kita upayakan agar menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk menerima usulan ini karena tujuannya mempercepat pemeriksaan," kata dia.

Yusri menambahkan, penambahan kasus positif Covid-19 di Sumsel masih terus berlangsung. Hari ini terdapat 13 kasus baru sehingga kini menjadi 995 orang.

"Pasien sembuh ada 12 pasien sehingga menjadi 215 orang, sedangkan kasus kematian tidak ada, masih 33 kasus. Sampel yang masih diperiksa sebanyak 2.687 sampel," sambungnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini