Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penutupan perlintasan KA di Janti Yogyakarta ganggu perekonomian warga

Penutupan perlintasan KA di Janti Yogyakarta ganggu perekonomian warga Penutupan perlintasan KA di Janti Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penutupan perlintasan kereta api di bawah jembatan layang Janti resmi diberlakukan sejak Senin (30/10) malam pukul 23.00 WIB. Akibat penutupan ini, warga pun tak bisa lagi mengakses jalan di perlintasan ini.

Penutupan ini dianggap mengganggu perekonomian warga yang setiap hari mengakses jalan tersebut. Pasalnya penutupan akan memengaruhi puluhan pedagang yang ada di bawah jembatan layang Janti.

Salah seorang pemilik usaha agen perjalanan dan pengiriman paket di bawah jembatan layang Janti, Sumarjono (57) menuturkan jalan yang ditutup merupakan jalur yang padat dilewati warga. Jika harus lewat jembatan layang, warga harus memutar lebih kurang tiga kilometer.

"Banyak warga yang mengirimkan dagangan lewat jalur ini. Ada juga yang pakai sepeda. Kan susah juga kalau harus lewat jembatan layang," kata Sumarjono ditemui di bawah jembatan Janti, Selasa (31/10).

Sumarjono mengatakan ada sekolah di sekitar wilayah jembatan layang Janti. Ditutupnya jalan, kata Sumarjono, akan membuat siswa di sekolah itu harus memutar jauh dan menempuh waktu berangkat yang lebih lama.

"Ada SD, SMP. Kalau siswanya naik sepeda, masak ya lewat harus lewat jembatan layang. Kalau lewat jalur lain juga jauh dan memutar," ungkap Sumarjono.

Terpisah, Putra, warga Janti, Depok, Sleman menyampaikan jika warga sempat memprotes penutupan jalan tersebut. Karena penutupan jalan akan berdampak langsung pada warga sekitar.

"Ya kami kecewa dengan aturan penutupan jalan di lintasan KA di bawah jembatan layang Janti ini," tutup Putra. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP