Pengiriman Sampah Tangsel ke Serang Berlanjut, Penuhi Syarat Warga Setempat
Kerja sama pengiriman sampah dari Tangerang Selatan ke TPSA Cilowong, Kota Serang, dipastikan berlanjut setelah memenuhi sejumlah syarat dari warga. Simak detail kesepakatan terkait Pengiriman Sampah Tangsel Serang ini.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Banten, memastikan kelanjutan kerja sama pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPSA) Cilowong. Keputusan ini diambil setelah pemerintah daerah menyepakati sejumlah persyaratan dan aspirasi yang diajukan warga sekitar TPSA.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menjelaskan bahwa jeda operasional yang sempat terjadi sebelumnya bukanlah akibat penolakan warga, melainkan tahap evaluasi teknis. Menurut Farach, aktivitas pengiriman sampah telah kembali berjalan normal hampir dua pekan terakhir setelah evaluasi singkat tersebut.
Kelanjutan Pengiriman Sampah Tangsel Serang ini menjadi solusi bagi kedua daerah, sekaligus menanggapi tuntutan masyarakat yang terdampak. Kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting demi menjaga kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan sekitar TPSA Cilowong.
Evaluasi Teknis dan Kelanjutan Operasional Pengiriman Sampah Tangsel Serang
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menegaskan bahwa kerja sama pengiriman sampah antara Kota Tangerang Selatan dan TPSA Cilowong tetap berlanjut. Farach Richi, Kepala DLH Kota Serang, menjelaskan bahwa jeda operasional yang terjadi sebelumnya hanya bersifat sementara untuk evaluasi teknis, bukan penghentian permanen.
Farach menambahkan bahwa operasional pengiriman sampah telah kembali normal selama hampir dua pekan terakhir, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran pengelolaan sampah. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat serta skema retribusi daerah.
Secara teknis, DLH telah mengatur jadwal pengangkutan sampah untuk menghindari penumpukan dan dampak negatif di sekitar TPSA. Sampah dari Tangsel dikirim pada malam hari, sementara sampah dari Kabupaten Serang dijadwalkan masuk pada pagi hari, memastikan alur yang teratur.
Tindakan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pengiriman sampah berjalan efisien dan minim gangguan bagi masyarakat sekitar. Penyesuaian jadwal menjadi salah satu upaya konkret dalam menanggapi dinamika operasional di lapangan.
Tuntutan Warga dan Kesepakatan Bersama untuk Pengelolaan Sampah
Ketua Paguyuban Masyarakat Jakung Bersatu, Ansori, menyatakan bahwa warga Kecamatan Taktakan, khususnya di jalur lintasan truk, menyetujui kelanjutan pengiriman sampah. Namun, persetujuan ini disertai dengan catatan khusus yang dituangkan dalam berita acara di tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Ansori menegaskan bahwa poin-poin tersebut menjadi pedoman yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah agar kerja sama ini dapat berjalan lancar. Aspirasi masyarakat yang telah ditindaklanjuti, seperti permintaan bantuan ambulans, menjadi salah satu bukti respons pemerintah.
Rincian tuntutan warga meliputi bantuan armada ambulans, kompensasi atas dampak negatif yang ditimbulkan, serta perbaikan sarana pengangkutan sampah. Selain itu, warga juga meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kabupaten Serang sebesar Rp250 juta dan dari Tangsel sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan masjid dan musala.
Warga menegaskan bahwa selama poin-poin tuntutan dipenuhi sesuai kesepakatan, mereka tidak akan mempermasalahkan Pengiriman Sampah Tangsel Serang. Namun, Ansori memperingatkan bahwa jika kesepakatan tersebut tidak dipenuhi, pengiriman sampah seharusnya dihentikan.
Rekomendasi DPRD dan Kualitas Armada Pengangkut Sampah
Selain tuntutan kompensasi dan fasilitas, warga juga mendesak pemenuhan rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait kelayakan armada pengangkut sampah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas pengangkutan.
Rekomendasi DPRD mencakup penggunaan truk baru yang lebih layak, ketersediaan penampung air lindi, serta penggunaan terpal yang sesuai standar. Pemenuhan standar kelayakan armada ini penting untuk mencegah kebocoran dan penyebaran bau tak sedap selama proses pengangkutan.
Kualitas armada yang baik tidak hanya mengurangi keluhan warga, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Ini adalah bagian integral dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat sekitar TPSA Cilowong.
Dengan dipenuhinya rekomendasi ini, diharapkan Pengiriman Sampah Tangsel Serang dapat berlangsung tanpa menimbulkan masalah baru. Kepatuhan terhadap standar operasional dan kesepakatan dengan warga menjadi kunci keberlanjutan kerja sama ini di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews