Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah strategis untuk mendorong kemajuan daerah. Kebijakan ini mewajibkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk konsisten menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahun. Kewajiban ini bertujuan mempercepat pencapaian target pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bumi Lambung Mangkurat.
Arahan tegas ini disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalsel, Ariadi Noor. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah 2026. Kegiatan penting ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel di Banjarbaru pada Selasa, 1 April 2026.
Langkah proaktif Pemprov Kalsel ini merupakan respons terhadap dinamika pembangunan yang semakin kompleks. Birokrasi dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Pola kerja lama dianggap tidak lagi relevan untuk mencapai kinerja optimal di era modern ini.
Advertisement
Advertisement
Dinamika pembangunan yang terus berkembang menuntut birokrasi untuk lebih adaptif. Ariadi Noor menekankan bahwa inovasi merupakan kunci untuk menghindari stagnasi dalam sistem pemerintahan. Tanpa adanya pembaharuan, kinerja birokrasi berisiko tidak optimal dan tertinggal.
Kewajiban setiap SKPD untuk memiliki dan melaporkan inovasi tahunan adalah langkah konkret pemerintah daerah. Hal ini memastikan adanya kontribusi nyata dalam peningkatan layanan kepada masyarakat. Setiap inovasi SKPD Kalsel diharapkan membawa dampak positif.
Inovasi tidak hanya sekadar ide baru, tetapi harus mampu mengatasi berbagai permasalahan daerah. Ini juga berperan sebagai instrumen strategis. Tujuannya adalah mempercepat pencapaian target kinerja pembangunan yang telah ditetapkan.
Advertisement
Advertisement
Semakin banyak inovasi yang dihasilkan, semakin mudah perangkat daerah mencapai target kinerja. Ariadi Noor menjelaskan bahwa inovasi menjadi solusi efektif. Ini membantu mengatasi tantangan dan hambatan dalam proses pembangunan.
Pengembangan inovasi harus selaras dengan karakteristik unik daerah. Aspek geografis, sosial, dan ekonomi Kalsel perlu menjadi pertimbangan utama. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Inovasi yang relevan dengan kondisi lokal akan memberikan manfaat maksimal. Hal ini juga memastikan bahwa setiap upaya adaptasi birokrasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Fokus pada inovasi SKPD Kalsel yang kontekstual sangat penting.
Advertisement
Advertisement
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel memiliki peran vital dalam ekosistem inovasi ini. Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat, menyatakan pihaknya bertindak sebagai fasilitator. BRIDA mendorong lahirnya inovasi melalui pembinaan dan kompetisi.
Salah satu upaya konkret BRIDA adalah mendorong partisipasi SKPD dalam Kalsel Innovation Award. Kompetisi ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem inovasi daerah. Ajang ini diharapkan memicu semangat berinovasi di kalangan perangkat daerah.
Thaufik Hidayat menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada ajang kompetisi semata. Inovasi harus terus dikembangkan dan diimplementasikan. Tujuannya adalah memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Inovasi dinilai sebagai strategi efektif untuk mengoptimalkan kinerja pembangunan. Terutama di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah. Dengan inovasi, Kalsel dapat memaksimalkan potensi yang ada.
Sumber: AntaraNews