Pemilik First Travel Janji Berangkatkan Jemaah Umrah Jika Aset Dikembalikan Jaksa

Selasa, 7 Mei 2019 20:43 Reporter : Nur Fauziah
Pemilik First Travel Janji Berangkatkan Jemaah Umrah Jika Aset Dikembalikan Jaksa Sidang First Travel. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Perjuangan ribuan jemaah umrah korban First Travel (FT) untuk tetap diberangkatkan ke tanah suci mendapatkan angin segar. Pemilik First Travel Andika Surachman yang digugat perdata di Pengadilan Negeri Depok menyatakan bersedia memberangkatkan para jemaah jika asetnya yang disita dikembalikan oleh pihak kejaksaan.

Dalam surat jawabannya yang dibacakan pengacaranya di persidangan, Andika yang kini tengah menjalani vonis 20 tahun penjara, menyatakan masih berniat memberangkatkan jemaah umrah ke tanah suci.

"Setelah tadi membaca sebagian jawaban tergugat Andika bahwasanya dia masih mau memberangkatkan jemaah sepanjang kita bisa membuktikan ini jemaah First travel," kata kuasa hukum korban jemaah FT, Riesqy Rahmadiansyah, Selasa (7/5).

Dikatakan dia, Kejaksaan Negeri Depok sejalan dengan tuntutan jemaah yakni bersedia menggunakan aset First Travel yang disita di Kejari Depok untuk memberangkatkan jemaah umrah. "Otomatis mungkin di sini Kejaksaan punya frame yang sama dengan kita bahwasanya aset harus digunakan untuk memberangkatkan jemaah. Itu juga harapan di gugatan kami," tukasnya.

Dia pun berharap dalam putusannya nanti majelis hakim PN dapat mengembalikan aset First Travel kepada jemaah. Atau nanti dalam putusannya hakim akan melakukan NO (Niet Ontvankelijke) artinya tidak menganggap gugatan ini. "Tapi kami berharap hakim nanti dalam putusannya mengembalikan aset kepada jemaah," paparnya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa ada 3.500 korban jemaah yang melakukan gugatan perdata PMH. Namun kata dia, gugatan ini juga untuk semua jemaah FT. "Andika sendiri akan memberangkatkan seluruh jemaah sepanjang bisa membuktikan keberangkatan. Dan satu lagi saya melihat ada sebanyak 26.000 koper, otomatis memang FT sudah siap memberangkatkan jemaah," ungkapnya.

Mengenai sumber dana, Riesqy menyebut aset yang dimiliki Andika cukup untuk membiayai. Kendati nanti tiap jemaah masih harus menambah beberapa rupiah. "Insya Allah dana dari aset yang disita cukup. Walaupun nanti jemaah akan menambah diangka Rp 3-5 juta," katanya.

Di tempat yang sama, kuasa hukum Andika, Agung mengatakan, berdasarkan data aset yang mereka miliki jika di rupiahkan lebih dari Rp 10 miliar. Nilai itu dari barang sitaan berbentuk uang, perhiasan, kendaraan, rumah dan surat tanah. "Data aset di kami dari putusan Hakim PN Depok atas kasus gugatan pidana kasus first travel sebelumnya. Kalau aset dari diluar yang disita untuk negara kami kurang tahu," katanya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini