Pelaku Peledakan di Kartasura Sudah Rencanakan Pengeboman Sejak 2018

Rabu, 5 Juni 2019 12:13 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Pelaku Peledakan di Kartasura Sudah Rencanakan Pengeboman Sejak 2018 Pelaku ledakan pospol Kartasura dirawat di RS Bhayangkara Semarang. ©ANTARA/Wisnu Adhi

Merdeka.com - Pelaku percobaan bom bunuh diri yang menyasar Pos Polisi Kartasura, Rofik Ansharudin (22) disebut-sebut sudah dibaiat ISIS akhir 2018. Meski demikian, pelaku tidak masuk dalam jaringan teroris.

"Jadi pelaku tunggal, dia tidak masuk jaringan teroris yang selama ini dipantau Polri," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Polda Jateng, Rabu (5/6).

Dia melanjutkan, pelaku terpapar ajaran radikalisme karena aktif berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah dengan menggunakan media sosial. Hingga akhirnya pada selasa (4/6) dia melancarkan aksi tunggal sebagai bomber dengan sasaran pos polisi.

"Jadi pelaku ini buat bom sendiri dan sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Atas perintah siapa, kita masih dalami," ujarnya.

Polisi masih mengumpulkan barang bukti yang disimpan pelaku di rumahnya. "Tapi pelaku masih dalam perawatan dan kondisi stabil. Kita tidak mengejar pengakuan, secara pasti kita cari tahu terpapar ISIS dari media sosial ataukah dari mana," ungkapnya.

Sebelumnya, berdasarkan pengakuan pelaku RS alias Rofik Asharudin (22), Polri menyebut aksi tersebut sebagai suicide bomber atau bom bunuh diri.

"Pelaku mengaku suicide bomber karena terpapar ISIS. Belum ada indikasi pelaku ikut dalam suatu jaringan, baik JAD Jateng maupun kelompok lain," ujar Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/6).

Dia mengungkap, jenis bom yang digunakan pelaku adalah bom pinggang. Hal itu terlihat dari kondisi luka yang berada di sebagian perut dan tangan kanan RA. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini