Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru-baru ini menyoroti pentingnya Transisi Energi Inklusif. Beliau juga menekankan pengembangan ekonomi hijau sebagai fondasi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan di Jakarta. AHY menegaskan bahwa perjalanan menuju keberlanjutan harus pragmatis, adil, dan didukung oleh sumber daya nyata. Pemerintah berupaya mengadopsi pendekatan terintegrasi.
Pendekatan ini meliputi penguatan ketahanan pangan dan air melalui perbaikan pertanian, irigasi, serta logistik. Selain itu, Indonesia berambisi mewujudkan ketahanan energi dengan memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Pembangunan infrastruktur tangguh iklim juga menjadi bagian penting dari strategi ini.
Advertisement
Advertisement
Visi pembangunan Indonesia tidak lagi dapat bergantung pada model pertumbuhan lama yang didorong oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil dan praktik ekstraktif. Pendekatan tersebut memiliki risiko tinggi menyebabkan polusi udara, degradasi ekosistem, dan melemahnya daya saing bangsa dalam jangka panjang.
Pemerintah berkomitmen pada sebuah pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai sektor. Penguatan ketahanan pangan dan air menjadi prioritas utama, memastikan ketersediaan sumber daya esensial bagi seluruh masyarakat melalui pengelolaan yang berkelanjutan.
Dalam konteks ketahanan energi, ekspansi penggunaan energi terbarukan menjadi fokus utama. Potensi besar Indonesia dalam energi panas bumi dan hidroelektrik akan dimaksimalkan, seiring dengan pengembangan solusi inovatif seperti konversi limbah menjadi energi. Ini adalah langkah krusial dalam Transisi Energi Inklusif.
Advertisement
Pembangunan infrastruktur yang tangguh iklim juga merupakan bagian integral dari strategi ini. Infrastruktur bukan hanya harus efisien dan berdaya tahan, tetapi juga rendah karbon dan inklusif, mampu beradaptasi dengan tantangan lingkungan di masa depan.
Advertisement
Masa depan Indonesia harus dibangun di atas fondasi infrastruktur berkelanjutan. Infrastruktur semacam ini tidak hanya tangguh dan efisien, tetapi juga memiliki jejak karbon yang rendah, mampu beradaptasi dengan iklim, serta bersifat inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
Peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045 tidak hanya akan dinilai dari Produk Domestik Bruto (PDB) semata. Pertumbuhan yang kuat, merata, dinamis, dan berkelanjutan akan menjadi indikator utama keberhasilan bangsa dalam mencapai Indonesia Emas 2045.
Untuk mencapai tujuan ambisius ini, investasi pada sumber daya manusia (SDM) sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik. Transformasi energi berarti tidak hanya meningkatkan teknologi, tetapi juga kapasitas dan keterampilan SDM yang akan menggerakkan perubahan ini.
Advertisement
Menyelaraskan infrastruktur dengan energi, kemakmuran dengan keberlanjutan, dan keadilan dengan ketahanan adalah jalan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ini adalah komitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang melalui Transisi Energi Inklusif dan pembangunan yang adil.
Sumber: AntaraNews