Mentan Amran Sulaiman Ungkap Filosofi Kepemimpinan: Gunakan Kalbu dan Mata Hati untuk Perubahan Mindset

Mentan Andi Amran Sulaiman membagikan pandangannya tentang Filosofi Kepemimpinan, menekankan pentingnya kalbu, mata hati, integritas, dan perubahan mindset demi arah kebijakan yang benar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mentan Amran Sulaiman Ungkap Filosofi Kepemimpinan: Gunakan Kalbu dan Mata Hati untuk Perubahan Mindset
Mentan Andi Amran Sulaiman membagikan pandangannya tentang Filosofi Kepemimpinan, menekankan pentingnya kalbu, mata hati, integritas, dan perubahan mindset demi arah kebijakan yang benar. (AntaraNews)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menggunakan kalbu dan mata hati saat seseorang dipercaya mengemban amanah kepemimpinan. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Ramadhan Leadership.Camp yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) di Asrama Haji Makassar pada Jumat, 27 Februari.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran Sulaiman membagikan Filosofi Kepemimpinan yang berlandaskan pada integritas, keberanian, dan kemampuan untuk memimpin diri sendiri. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu membawa kebijakan dan arah kepemimpinannya menuju jalan yang benar.

Acara tersebut menjadi wadah bagi Mentan untuk menginspirasi para peserta agar tidak menghindari tekanan dalam menjalankan tugas. Ia mengajak seluruh elemen, khususnya pegawai pemerintahan, untuk berani mengubah pola pikir demi mencapai hasil yang lebih baik dan menjadi teladan.

Pentingnya Kalbu dan Mata Hati dalam Kepemimpinan

Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti bahwa kepemimpinan sejati membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan manajerial, melainkan juga melibatkan aspek emosional dan spiritual. "Ketika menjadi pemimpin gunakan kalbu, gunakan mata hati. Itu pasti berada di jalan yang benar," ucapnya. Analogi proses terbentuknya berlian digunakan untuk menggambarkan bahwa tekanan bukanlah untuk dihindari, melainkan dijalani sebagai bagian dari pembentukan diri yang kuat.

Lebih lanjut, Amran mengingatkan bahwa fondasi kepemimpinan yang efektif dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Pemimpin yang tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri akan kesulitan membimbing orang lain. Oleh karena itu, integritas pribadi menjadi prasyarat mutlak sebelum memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Pesan ini menggarisbawahi bahwa keputusan yang diambil dengan hati nurani dan pertimbangan mendalam akan menghasilkan kebijakan yang adil dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, kepemimpinan tidak hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang pelayanan dan tanggung jawab moral.

Integritas dan Perubahan Mindset sebagai Fondasi

Selain kalbu dan mata hati, Mentan Amran Sulaiman juga menekankan pentingnya integritas dan keberanian untuk mengubah pola pikir. Kepercayaan diri menjadi fondasi esensial bagi seorang pemimpin untuk mengambil keputusan sulit dan mendorong inovasi. Tanpa integritas, kepemimpinan akan kehilangan legitimasinya di mata publik.

Ia mengutip pernyataan Albert Einstein: "Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results." Kutipan ini menjadi pengantar untuk menegaskan bahwa melakukan hal yang sama secara berulang namun mengharapkan hasil yang berbeda adalah suatu kegilaan. Oleh karena itu, perubahan pola pikir menjadi sangat krusial.

Mentan Amran juga mengutip QS. Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Dua kutipan ini secara tegas menunjukkan bahwa perubahan nasib, baik individu maupun organisasi, termasuk di lingkup pemerintahan daerah, sangat bergantung pada kemauan untuk beradaptasi dan berinovasi. Pegawai harus mengubah mindset-nya dan menjadi teladan yang baik.

Dengan demikian, keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengadopsi cara pandang baru akan membuka peluang bagi kemajuan. Integritas yang kokoh akan memastikan bahwa setiap perubahan dilakukan demi kebaikan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi