Mendikbud Nadiem Makarim Belajar Regulasi dengan Pakar Pendidikan

Kamis, 31 Oktober 2019 20:59 Reporter : Hari Ariyanti
Mendikbud Nadiem Makarim Belajar Regulasi dengan Pakar Pendidikan Mendikbud Nadiem Makarim. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengumpulkan para pakar pendidikan di kantornya. Dalam kesempatan itu, Nadiem banyak bertanya terkait regulasi. Sebab, mulai tahun ini urusan pendidikan tinggi dikembalikan ke Kemendikbud yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Beliau kalau untuk yang urusan regulasi beliau banyak bertanya. Karena kan beliau tidak paham, banyak bertanya. Tapi kalau urusan strategis begini beliau cepat untuk ambil, 'oh iya soft skill itu udah dari 30 tahun lalu, kita aja yang enggak nyadar-nyadar' gitu. Jadi sekarang tinggal bagaimana prosesnya, bagaimana ininya. Tapi kelihatannya beliau sudah mulai inilah (paham)," jelas pakar pendidikan Indra Charismiaji di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10).

Dalam pertemuan tersebut, Indra mengatakan fokus pembicaraan lebih membahas pendidikan tinggi. Berdasarkan UUD 1945 Pasal 31 ayat 5 perguruan tinggi harus membuat rakyat sejahtera. Namun faktanya justru terbalik. Berdasarkan data BPS pada 2019 pengangguran lulusan perguruan tinggi justru meningkat. Sementara terjadi tren penurunan angka pengangguran untuk pendidikan SD, SMP, SMA/SMK.

"Berarti mutu di pendidikan tinggi ini sedang ada problem. Kita juga sepakat karena terjadi transisi di mana yang sekarang harusnya disebut dengan pendidikan 4.0, yang bukan konten lagi, bukan materinya apa tapi lebih ke soft skill, bagaimana kemampuan berinovasi, bagaimana kemampuan berpikir kritis, kolaborasi komunikasi kreatif, itu yang belum disiapkan," jelasnya.

Indra menyarankan untuk memasuki pendidikan 4.0, para pendidik harus beralih dari konsep ilmu lama ke baru. Menurutnya, Nadiem sangat paham terkait hal ini.

"Mas menteri sudah paham gitu. Dan faktanya sudah banyak insan pendidikan yang tidak paham, masih beranggapannya model lama, sama sekali berbeda. Konten itu enggak penting lagi, karena mau nyari apa saja di Google ada, tapi bagaimana memanfaatkannya, kan itu soft skill-nya," jelasnya.

Nadiem, menurutnya sangat terbuka dengan berbagai masukan dari para pakar. Setiap masukan itu telah dicatat dan akan dipelajari. Nadiem juga disebut belum memberikan arahan khusus.

"Exciting sih beliau, mau mendengarkan, mau terbuka. Beliau memang sudah mengatakan kan, beliau mau belajar dulu. Jadi beliau bahkan tidak mau memberikan, apa ya istilahnya, kayak arahan. Belum. Jadi beliau mau nampung dulu. Nanti baru timnya mulai memilah," pungkasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini