BGN Tegaskan Prioritas Komoditas Pangan Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap utamakan komoditas pangan lokal, meskipun ada tawaran dari Bulog, demi memperkuat ekonomi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BGN Tegaskan Prioritas Komoditas Pangan Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap utamakan komoditas pangan lokal, meskipun ada tawaran dari Bulog, demi memperkuat ekonomi daerah. (AntaraNews)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, kembali menegaskan komitmen lembaganya untuk memprioritaskan komoditas pangan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan untuk mendukung perekonomian daerah dan memberdayakan petani setempat.

Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas usulan dari Perusahaan Umum Bulog yang menawarkan penggunaan beras kualitas premium untuk program tersebut. Meskipun menyambut baik usulan Bulog, BGN tetap berpegang pada prinsip awal program.

Program MBG sendiri ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dan diluncurkan pada awal 2025. Inisiatif ini merupakan program kunci dari pemerintahan Prabowo Subianto untuk meningkatkan status gizi anak-anak di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Program Makan Bergizi Gratis

Sudaryono menjelaskan bahwa pendekatan prioritas komoditas pangan lokal dipilih untuk memperkuat ekonomi regional secara menyeluruh. Hal ini dilakukan dengan memberdayakan petani lokal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta rantai pasok pangan di sekitar Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Dengan demikian, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di berbagai daerah. Keterlibatan UMKM dan petani lokal menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program ini.

"Kami ingin menekankan bahwa Program MBG terus memprioritaskan komoditas pangan lokal," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (1/8). Penekanan ini menunjukkan komitmen BGN terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Peran Strategis Bulog sebagai Penyangga Stok Pangan

Meskipun memprioritaskan pemasok lokal, Sudaryono menegaskan bahwa Bulog memiliki peran strategis dalam Program Makan Bergizi Gratis. Bulog tidak akan menggantikan pemasok lokal, melainkan berfungsi sebagai penyangga jika suatu daerah menghadapi kekurangan beras atau gejolak harga.

Menurut Sudaryono, Bulog berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan stok pangan nasional. Peran ini krusial untuk mengantisipasi potensi masalah pasokan yang mungkin timbul di lapangan.

"Bulog dapat bertindak sebagai penyangga, memastikan harga tetap wajar bagi masyarakat dan pasokan pangan tetap tersedia," katanya. Ini menunjukkan sinergi antara BGN dan Bulog dalam memastikan kelancaran program.

Kepala BGN tersebut juga menekankan pentingnya memastikan keberadaan dapur MBG tidak memicu lonjakan harga di suatu wilayah dengan menyerap pasokan yang terbatas. Hal ini menjadi perhatian utama agar program tidak justru merugikan masyarakat.

Mekanisme Prioritas dan Antisipasi Kekurangan Pangan

Sudaryono kembali menegaskan mekanisme prioritas yang akan diterapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Prioritas utama tetap pada produk pangan lokal untuk mendukung keberlanjutan ekonomi daerah.

"Itulah mengapa kami memprioritaskan produk pangan lokal terlebih dahulu," tegas Sudaryono. Ia menambahkan bahwa hanya jika terjadi kekurangan pasokan, Bulog akan turun tangan sebagai penyangga untuk menjaga harga tetap stabil dan pasokan aman.

Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pemberdayaan ekonomi lokal dan jaminan ketersediaan pangan yang stabil. Dengan demikian, program dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif pada pasar lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi