Mendesak susu kental manis tak lagi diiklankan secara visual dan cetak

Rabu, 11 Juli 2018 17:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Mendesak susu kental manis tak lagi diiklankan secara visual dan cetak Ilustrasi susu kental manis. ©Shutterstock

Merdeka.com - Yayasan Abripraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat Indonesia mengkritisi soal produk susu kental manis (SKM) yang miss persepsi di masyarakat. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun diminta melarang siaran iklan tentang susu kental manis.

"Kami sebenarnya sudah bertemu dengan pihak Komisi Penyiaran Indonesia terkait iklan iklan SKM dari setahun yang lalu, tapi alasan KPI ialah mereka tidak punya justifikasi dan pernyataan dari BPOM, jadi antara telur dan ayam tarik menarik ini semuanya. Tarik menarik katanya (BPOM) KPAI tidak punya aturan yang jelas untuk menghentikan iklan tersebut," kata Ketua Harian YAICI Arif Hidayat saat jumpa pers di KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

YAICI sebelumnya sudah advokasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), namun rekomendasi tentang aturan penggunaan kata susu di tentang BPOM. Kini BPOM pun telah menerbitkan aturan tentang label dan iklan pada produk susu kental manis. Tugas selanjutnya tinggal aturan dari KPI mengenai iklan susu kental manis.

"Awal-awalnya kami ditentang habis tentang kandungan gula ini alasannya ini adalah susu dan tidak bisa dirubah ke creamer kemana, tapi sekarang akhirnya bobol, mereka makan sendiri pernyataan mereka, kami sempat di BPOM diceramahin abis itu, akhirnya kami keluarkan hasil riset, terbukti semuanya," ucap Arif.

"Sekarang bagaimana tindakan dari KPI mereka awasi iklan itu atau tidak bagaimana ketegasan dari BPOM untuk mengawasi pelaksanaan pernyataan dari mereka juga," ujar dia.

Meski BPOM telah menerbitkan edaran, YAICI ingin kejelasan seperti larangan siaran iklan. Sehingga aturan larangan SKM ada kejelasan juga dan iklan SKM diubah menjadi penambah makanan atau topping. Menurutnya, SKM adalah gula beraroma susu sepertinya layaknya sirup dan bukan sebagai minuman bernutrisi.

"Termasuk juga iklan visual juga iya, iklan cetak juga iya, karena selama ini yang dikeluarkan SKM adalah minuman bernutrisi keluarga dan dianjurkan diminum dua kali sehari di iklan mereka kan itu dari zaman dulu, jadi itu iklan mereka tidak menampilkan lagi seperti minuman tapi iklan mereka ke depan sebagai topping pelengkap makanan atau minuman," tandas Arif. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Susu Kental Manis
  2. Susu
  3. BPOM
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini