Macan Tutul Muncul di Kebun, Warga Perkampungan di Tasikmalaya Ketakutan

Rabu, 31 Juli 2019 23:05 Reporter : Mochammad Iqbal
Macan Tutul Muncul di Kebun, Warga Perkampungan di Tasikmalaya Ketakutan Macan tutul. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Seekor macan tutul muncul di perkampungan dan perkebunan warga, Kampung Badeung, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/7). Warga pertama kali melihat macan itu bertengger di atas sebuah pohon aren dan sempat berkeliaran di sekitar perkampungan warga.

Kepala Seksi Konservasi Suber Daya Alam Wilayah Tasikmalaya, Didin Syarifudin menerima informasi adanya macan tutul saat warga tengah berburu. "Diperkirakan usia macan tutulnya masih muda, sekitar dua tahun," ujarnya, Rabu (31/7).

Macan tersebut sempat turun dan berkeliaran di sekitar permukiman warga hingga kemudian kembali naik ke pohon. Warga ketakutan dan lari. Lalu melapor kepada pihak kepolisian sektor Manonjaya dan Konservasi SDA. Usai menerima laporan, Didin langsung bergerak menuju lokasi. Bersiap menangani konflik macan tutul dengan warga.

Didin menuturkan, penanganan macan tutul menjadi tontonan warga sekitar. Meski demikian, petugas di lapangan terus berupaya menyelamatkan satwa itu dari pembunuhan.

"Sejak tadi malam kita berusaha mengevakuasi macan dengan cara ditembak bius. Sudah tiga kali kita lakukan namun meleset. Saat ini macan tutunya sudah turun dan kabur ke pohon lain yang ada di sekitarnya. Tim kami terus melakukan pengejaran. Kami akan terus berupaya sampai macan tutul ini bisa dievakuasi," katanya.

Didin memperkirakan macan tutul tersebut masih ada di dekat permukiman warga. Pihaknya pun mengambil langkah dengan memasang alat jaring dan perangkap macan agar tidak mengancam keselamatan warga.

Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi penampakan macan tutul, Adi (34) berharap agar hewan tersebut bisa ditangkap oleh petugas. Jika tidak segera ditangkap, cia khawatir mengancam keselamatan warga.

"Jangan sampai dibiarkan berkeliaran bebas di sekitar permukiman warga. Pokoknya harus bisa ditangkap saja agar warga di sini merasa aman. Sekarang ini mau kemana-mana, khususnya kalau mau ke kebun ya was-was juga takut tiba-tiba diserang kan," katanya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini