Restorasi Mangrove Nusantara: IKN Jadi Percontohan Nasional Program M4CR

Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur ditetapkan sebagai lokasi percontohan proyek Restorasi Mangrove di bawah inisiatif Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang didukung Bank Dunia, menjadi model nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Restorasi Mangrove Nusantara: IKN Jadi Percontohan Nasional Program M4CR
Ibu Kota Nusantara (IKN) ditetapkan sebagai percontohan utama program rehabilitasi mangrove berskala nasional melalui inisiatif Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang didukung Bank Dunia. (AntaraNews)

Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan untuk proyek rehabilitasi mangrove berskala nasional. Penunjukan ini merupakan bagian integral dari inisiatif Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Program M4CR secara khusus berfokus pada upaya mengembalikan dan memperkuat fungsi ekologis ekosistem pesisir yang sangat vital bagi keberlanjutan lingkungan.

Proyek percontohan Restorasi Mangrove di Nusantara ini mendapatkan dukungan penuh dari Bank Dunia, menggarisbawahi pentingnya program ini di tingkat global. Selain IKN, program M4CR juga direncanakan untuk diterapkan di beberapa provinsi lain yang memiliki potensi pesisir signifikan, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, dalam sebuah acara M4CR di Penajam Paser Utara pada Sabtu (02/8).

Pemilihan Nusantara sebagai lokasi awal implementasi memiliki tujuan strategis untuk menciptakan fondasi ekologis yang kokoh. Fondasi ini dianggap krusial untuk mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan IKN. Dengan target penyelesaian rehabilitasi pada tahun 2027, percepatan kerja menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.

Nusantara sebagai Model Restorasi Mangrove Nasional

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, secara tegas menyatakan kesiapan IKN untuk berperan sebagai lokasi percontohan. Beliau menjelaskan bahwa prototipe yang berhasil dikembangkan di Nusantara akan menjadi model yang direplikasi. "Kami siap menjadi lokasi percontohan. Prototipe yang dikembangkan di Nusantara nantinya akan direplikasi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatera Utara," ujar Hadimuljono, mengutip rencana ekspansi program.

Meskipun upaya rehabilitasi mangrove telah berlangsung di Nusantara, program M4CR diharapkan dapat memperluas dan memperkuat peran OIKN dalam memulihkan ekosistem pesisir. Muhammad Zainal Arifin, Direktur Eksekutif program M4CR sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) KLHK, memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menyatakan bahwa Nusantara dipilih sebagai lokasi implementasi awal agar dapat menjadi model nasional yang inspiratif.

Arifin menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah lainnya dapat mencontoh dan mereplikasi keberhasilan yang didemonstrasikan di Nusantara. Ia menekankan bahwa fondasi ekologis yang kuat adalah kunci. "Kami ingin pemerintah daerah lainnya mereplikasi apa yang didemonstrasikan di Nusantara. Fondasi ekologis yang kuat akan memastikan pertumbuhan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan," kata Arifin, menegaskan visi jangka panjang program.

Target Ambisius dan Percepatan Program M4CR

Otorita Ibu Kota Nusantara telah menetapkan target ambisius untuk merehabilitasi sekitar 1.100 hektare mangrove di wilayah IKN hingga tahun 2027. Dari total luasan tersebut, sekitar 150 hektare secara spesifik dialokasikan untuk dikelola di bawah payung program M4CR. Target ini mencerminkan komitmen kuat IKN dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisirnya.

Basuki Hadimuljono menyoroti pentingnya percepatan dalam pelaksanaan pekerjaan, mengingat batas waktu penyelesaian program M4CR yang ditetapkan pada tahun 2027. "Program M4CR menargetkan penyelesaian pada tahun 2027, jadi kami perlu mempercepat pekerjaan kami. Nusantara menargetkan rehabilitasi sekitar 1.100 hektare mangrove secara total, dengan sekitar 150 hektare dialokasikan di bawah program M4CR," jelasnya, menekankan urgensi.

Dengan adanya dukungan penuh dari Bank Dunia dan koordinasi antar lembaga, Hadimuljono menyatakan keyakinan penuhnya. Ia optimis bahwa target penanaman dan rehabilitasi mangrove akan tercapai sesuai jadwal yang telah ditentukan. Keberhasilan proyek Restorasi Mangrove Nusantara ini akan menjadi bukti nyata komitmen IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi