KRI RJW-992 Tiba di Sibolga, Debarkasi Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak Bencana

KRI RJW-992 yang membawa 179 personel onboard ini membawa bermacam-macam Bahan Kontak sebesar 190 Ton yang terdiri dari sembako, minuman dll.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
KRI RJW-992 Tiba di Sibolga, Debarkasi Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak Bencana
KRI RJW-992 Tiba di Sibolga, Debarkasi Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak Bencana (Merdeka.com)

Usai Helikopter TNI AL HS-1311 (AS 565 MBe Panther) yang onboard di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 melaksanakan perbantuan distribusi logistik, KRI RJW-992 yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam juga melaksanakan debarkasi bantuan kemanusiaan saat tiba di Dermaga Pelindo Sibolga, Sumatra Utara, Kamis (4/12).

KRI RJW-992 yang membawa 179 personel onboard ini membawa bermacam-macam Bahan Kontak sebesar 190 Ton yang terdiri dari sembako, minuman, perlengkapan mandi, pakaian, selimut dan lain-lain untuk korban terdampak bencana.

Sebagai kapal rumah sakit untuk membantu kesulitan masyarakat terdampak bencana, KRI RJW-992 menyiapkan Alkap Kesehatan diantaranya Velbed Biru 40 Set, Tandu Scoopstrecher 2 Set), Tandu Lipat 4 Set, Tandu LSB 2 Buah, Tandu NR 2 Buah, Tandu Standar 4 Buah, Tabung Oksigen Kecil 25 Buah, Tabung Oksigen Besar 50 Buah, dan Brancart 12 Buah.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa TNI AL akan selalu berkomitmen untuk unsur KRI membawa bahan logistik dan bahan kontak ke tempat-tempat terputus dan terisolasi akibat bencana alam, serta dapat segera meringankan beban mereka yang terdampak dari bencana.

KRI RJW-992 Tiba di Sibolga, Debarkasi Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak Bencana
KRI RJW-992 Tiba di Sibolga, Debarkasi Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak Bencana istimewa

KRI Rumah Sakit TNI AL Dikerahkan ke Sumatra

Sebelumnya KRI dr. Soeharso-990 (SHS) milik TNI Angkatan Laut diberangkatkan dari Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, pada Minggu (30/11). Kapal tersebut mengemban misi kemanusiaan penting untuk merespons bencana yang melanda sebagian wilayah utara Sumatera. Keberangkatan ini membawa harapan bagi masyarakat terdampak.

Keberangkatan KRI SHS dimulai pukul 10.45 WIB setelah dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Marsekal TNI Muhammad Ali. Selain KRI SHS, dua kapal perang lainnya, KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK) dan KRI Semarang-594 (SMR), juga turut diberangkatkan dari pangkalan yang sama. Mereka akan menyalurkan bantuan vital.

Misi ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik esensial serta mengerahkan tim medis profesional ke daerah-daerah yang membutuhkan. Kapal-kapal ini akan berlayar menuju beberapa titik di Sumatera, termasuk Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa, guna meringankan beban korban bencana alam.

Pengerahan Armada Kemanusiaan TNI AL

TNI Angkatan Laut mengerahkan total lima kapal perang untuk operasi kemanusiaan berskala besar ini. Tiga kapal diberangkatkan dari Jakarta, yakni KRI dr. Soeharso-990, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Semarang-594, menunjukkan kesiapan respons cepat. KSAL Muhammad Ali menjelaskan, "Nanti mereka split, ada yang ke Lhokseumawe, kemudian ada yang ke Nias, ada yang ke Sibolga, ke Langsa juga."

Selain armada dari Jakarta, dua kapal lainnya juga turut serta dalam misi ini. KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW) diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, menambah kekuatan medis yang signifikan. Sementara itu, KRI Sutedi Senaputra-378 (SSA) yang sudah berada di Belawan, Sumatera Utara, bergerak menuju Langsa, Aceh, untuk mempercepat distribusi bantuan.

Seluruh kapal ini telah dilengkapi dengan bahan kontak dan bantuan logistik yang beragam, termasuk tenaga kesehatan terlatih. Lebih lanjut, lima unit helikopter juga diangkut oleh kapal-kapal TNI AL. Helikopter ini akan sangat krusial untuk mendistribusikan bantuan ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

KSAL Ali menegaskan peran helikopter dalam misi ini. "Mereka tugasnya juga akan membantu terutama men-drop bahan logistik dan bahan kontak terutama daerah-daerah yang terputus (komunikasi), dan terisolasi akibat bencana alam ini," ujarnya. Selain itu, personel Zeni Marinir juga dikerahkan untuk membantu rehabilitasi infrastruktur yang rusak.

Rekomendasi