Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) se-Kabupaten Probolinggo, Selasa (1/5). Di hadapan ratusan guru ini, Gus Ipul berterima kasih atas jasanya mendidik anak-anak usia dini.
Ia mengatakan, pada usia 4-6 tahun sangat menentukan arah pertumbuhan anak dan ini menjadi konsentrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Karena itu, pendidikan RA (Raudhatul Athfal) ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Dan saya bangga dan berterima kasih atas pengabdian para guru sekalian," katanya.
Bahkan, menurut dia untuk melihat masa depan Indonesia, tinggal lihat saja generasi yang mengenyam pendidikan dini di RA. Aspek yang pertama diperhatikan dimulai dari gurunya. Baik dari kualitas hingga kesejahteraan gurunya.
Gus Ipul bertemu dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal se-Kabupaten Probolinggo ©2018 Merdeka.com
"Kualitas guru bisa kita tingkatkan lewat sekolah resmi dan juga pelatihan. Ini sangat penting dan mendesak, serta menjadi bagian dari sertifikasi," jelas dia.
Untuk kesejahteraan sendiri, bila terpilih, ke depannya Gus Ipul akan mencanangkan Upah Minimum Guru (UMG), termasuk untuk guru RA. Anggarannya sendiri nantinya akan dicarikan dari luar APBN dan APBD, karena anggaran pemerintah ini dinilai tidak mencukupi.
"Sehingga kita bakal mencarikan dari sumber lain seperti CSR yang letaknya berdekatan dengan sekolah itu, dan juga pendanaan dari badan amil zakat," ungkapnya.
Sementara Ketua IGRA Kabupaten Probolinggo Idna Maimunah mengaku, IGRA sudah sejak Gus Ipul maju sebagai calon wakil gubernur menjadi mendukung dan menjadi relawan. Termasuk pada Pilgub kali ini, mereka satu suara mendukung paslon nomor dua ini.
Gus Ipul bertemu dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal se-Kabupaten Probolinggo ©2018 Merdeka.com
Idna juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi aspirasi guru RA ini kepada Gus Ipul. Dimulai dari minimnya insentif bagi para guru RA hingga minimnya sarana dan prasarana di lembaga mereka masing-masing.
"Saya setuju dengan rencana Gus Ipul adanya UMG ini. Kalau masalah anggaran, kami melihat dana desa yang besar itu bisa menjadi salah satu sumbernya," ujarnya dia.
Di hadapan para guru yang didominasi perempuan ini, Gus Ipul juga berkomitmen untuk menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus perempuan. Ini sengaja dilakukan untuk menjaring aspirasi perempuan, melihat pentingnya kaum perempuan yang berperan di berbagai sektor saat ini. Dimulai dari pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan lain sebagainya.
Advertisement