Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) bersama para pegiat literasi digital telah membagikan sejumlah strategi penting bagi orang tua dalam mendampingi anak di ruang digital. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari membangun komunikasi yang terbuka hingga memanfaatkan fitur pengawasan pada perangkat digital. Pendekatan ini dianggap krusial mengingat dinamika perkembangan teknologi yang pesat.
Pola pengawasan anak di era digital saat ini tidak bisa lagi disamakan dengan metode di masa lalu yang mungkin lebih mengandalkan cara-cara keras. Orang tua dituntut untuk lebih adaptif dan memahami lingkungan digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Diskusi yang diselenggarakan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat (27/2), menjadi wadah untuk menyampaikan panduan ini.
Mediodecci Lustarini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, menegaskan bahwa pendekatan yang paling efektif adalah melalui pendampingan dan komunikasi, bukan pengawasan yang kaku. Anak-anak hidup di ruang digital, sehingga orang tua harus bersedia untuk memahami dunia mereka. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif bagi generasi muda.
Advertisement
Advertisement
Komunikasi terbuka menjadi pilar utama dalam Strategi Pendampingan Anak di Ruang Digital. Indriyatno Banyumurti, Executive Director ICT Watch, menekankan pentingnya membangun dialog yang jujur dan konsisten dengan anak-anak. Pendekatan ini memungkinkan orang tua untuk memahami aktivitas digital anak tanpa terkesan mengekang atau menghakimi.
Indriyatno merujuk pada panduan “7 Steps to Good Digital Parenting” dari Family Online Safety Institute, yang menempatkan komunikasi sebagai langkah pertama. Selain itu, orang tua juga perlu terus belajar dan memahami berbagai aktivitas anak di internet. Hal ini bukan untuk mengejar atau mengintai, melainkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia digital anak mereka.
Membiasakan anak untuk selalu meminta izin sebelum mengunduh aplikasi atau menggunakan gawai di luar waktu yang disepakati juga merupakan bagian penting dari komunikasi. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran akan batasan yang telah ditetapkan. Komunikasi yang efektif akan mempermudah penerapan aturan digital di rumah.
Advertisement
Advertisement
Selain komunikasi, pemanfaatan fitur teknologi juga menjadi bagian integral dari Strategi Pendampingan Anak di Ruang Digital. Mediodecci Lustarini mencontohkan penerapan perjanjian tertulis di rumah terkait batas waktu penggunaan gawai dan aturan pengunduhan aplikasi. Kesepakatan ini sebaiknya ditempel dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.
Orang tua juga dapat memanfaatkan fitur pengawasan orang tua (parental control) yang tersedia pada perangkat. Fitur seperti Family Link untuk Android atau pengawasan bawaan pada perangkat Apple memungkinkan orang tua untuk membatasi waktu penggunaan, menyaring aplikasi yang dapat diunduh, dan menerima notifikasi saat anak ingin memasang aplikasi tertentu.
Fitur-fitur ini sangat membantu orang tua yang tidak bisa mendampingi anak sepanjang waktu. Mediodecci menjelaskan, "Kalau sudah melewati batas waktu, perangkat bisa terkunci otomatis. Ini membantu orang tua yang tidak bisa mendampingi sepanjang waktu." Hal ini memastikan bahwa anak tetap berada dalam batasan yang aman meskipun tanpa pengawasan langsung.
Advertisement
Advertisement
Peran orang tua di era digital semakin kompleks, tidak hanya memastikan pendidikan formal, tetapi juga menjaga keamanan dan kesehatan anak dalam memanfaatkan teknologi. Indriyatno Banyumurti menyoroti bahwa pemahaman orang tua terhadap teknologi bervariasi di berbagai daerah, seperti Indramayu, Bali, dan Kupang. Ini menunjukkan bahwa literasi digital bagi orang tua perlu disesuaikan dengan konteks lokal dan tidak bisa diseragamkan.
Orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam penggunaan gawai dan teknologi. Dengan menunjukkan kebiasaan digital yang sehat, orang tua secara tidak langsung mengedukasi anak-anak mereka. Mengikuti aktivitas anak tanpa berlebihan juga penting, memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi sambil tetap dalam pengawasan.
Baik Komdigi maupun ICT Watch sepakat bahwa regulasi dan fitur teknologi hanyalah alat bantu. Kunci utama perlindungan anak tetap berada pada komunikasi yang konsisten, pembiasaan sejak dini, serta peran aktif orang tua sebagai teladan di rumah. Ini adalah pendekatan holistik untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan aman dan cerdas di tengah derasnya arus informasi digital.
Advertisement
Sumber: AntaraNews