Kisah tukang mi ayam berangkat haji setelah ayah menolak diberangkatkan

Kamis, 19 Juli 2018 01:03 Reporter : Yan Muhardiansyah
Kisah tukang mi ayam berangkat haji setelah ayah menolak diberangkatkan Tukang mi ayam naik haji. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Seorang perempuan muda pedagang mi ayam bakso dan siomay kaki lima di Medan menabung bertahun-tahun untuk memberangkatkan ayahnya ke Tanah Suci. Hasilnya justru dia yang pergi berhaji tahun ini.

Sekitar tahun 2004, Linda Safitri (32) memantapkan niat untuk menghajikan ayahnya, M Yusuf. Dia pun mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil dari membantu sang ayah berjualan mi ayam bakso di emperan depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan. Mereka berjualan menggunakan becak gerobak sejak 22 tahun lalu.

"Saya berniat, ya Allah bila terkumpul, uang ini untuk naik haji ayah saya," kata Linda seusai mengikuti tepung tawar jemaah haji Kota Medan, Selasa (18/7).

Setelah 7 tahun, uang yang diperlukan terkumpul. Linda pun mengajak ayahnya mendaftar haji. "Alhamdulillah terkumpul pada tahun 2011. Pas bulan puasa, saya bilang, 'Ayah ayo ke bank, saya mau ayah berangkat haji'. Tetapi, ayah saya tidak mau," jelas warga Jalan Sumarsono Gang Mesjid, Medan Helvetia ini.

Linda tak menyerah. Dia terus merayu ayahnya untuk bersedia berangkat haji. Namun, sang ayah menyatakan belum siap. "Karena ayah belum siap, makanya saya yang berangkat menggantikan ayah," sebutnya.

Dari pendaftaran haji pada 2011, Linda mendapat porsi berangkat tahun ini. Dia tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 17 Embarkasi Medan. Mereka akan terbang ke Tanah Suci pada 8 Agustus mendatang.

Tahun ini terdapat 8.433 calon jemaah haji Embarkasi Medan. Seluruhnya terbagi dalam 22 kloter. Sesuai jadwal, kloter 1 dari Kabupaten Langkat akan masuk asrama haji Sabtu (21/7) sore. Mereka akan terbang dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, menuju Madinah, Arab Saudi, pada Minggu (22/7) pukul 18.00 Wib. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini