Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 di Wonosobo, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan optimal. Ia juga meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan yang tersedia bagi para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Wamensos Agus Jabo mengaku sangat terharu setelah mendengarkan langsung berbagai kisah hidup inspiratif dari para siswa. Kisah-kisah ini menggambarkan semangat juang mereka dalam meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi. Ia didampingi oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program Sekolah Rakyat sebagai jembatan penting bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan ekstrem antargenerasi di Indonesia. Wamensos juga memberikan motivasi dan pesan penting kepada seluruh siswa.
Advertisement
Advertisement
Misi Mulia Sekolah Rakyat: Jembatan Harapan Anak Bangsa
Wamensos Agus Jabo menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki tujuan mulia yang lebih dari sekadar memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini dirancang khusus untuk membuka jalan bagi para siswa agar dapat meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Presiden Joko Widodo melalui inisiatif ini, berupaya menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi mereka yang membutuhkan.
Sekolah Rakyat memiliki target utama untuk membekali anak-anak dengan tiga pilar penting. Pilar pertama adalah kecerdasan, yang mencakup aspek akademik dan kemampuan berpikir kritis. Pilar kedua adalah pembentukan karakter kebangsaan, sosial, dan keagamaan yang kuat.
Pilar ketiga fokus pada keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ini penting agar siswa memiliki bekal yang cukup untuk mandiri. Jika siswa belum ingin melanjutkan ke jenjang kuliah, mereka sudah memiliki keterampilan untuk mencari penghasilan.
Advertisement
Dengan bekal tersebut, para lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat langsung berkontribusi pada keluarga atau masyarakat. Program ini menjadi solusi konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Sinergi berbagai pihak terus diupayakan demi keberlanjutan program ini.
Advertisement
Kisah Inspiratif Siswa dan Dukungan Wamensos
Suasana haru menyelimuti kunjungan Wamensos saat beberapa siswa berbagi kisah hidup mereka secara langsung. Salah satu cerita yang paling menyentuh datang dari Angelina Puspitasari, seorang siswi asal Kepil, Wonosobo, yang memiliki cita-cita mulia menjadi seorang guru. Kisahnya menggambarkan perjuangan dan harapan.
Angelina mengungkapkan bahwa ia sempat tidak bisa melanjutkan sekolah karena ayahnya harus menanggung tujuh orang anggota keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, orang tuanya bahkan seringkali terpaksa berutang. Ia berujar lirih, "Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, terima kasih banyak sudah membangun Sekolah Rakyat ini."
Mendengar cerita pilu tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono tampak sangat terharu dan memberikan motivasi. Ia berpesan kepada para siswa bahwa mereka adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. "Inilah Sekolah Rakyat dan inilah kenyataan hidup. Maka kita harus terus bersinergi agar kemiskinan ekstrem di Indonesia segera tuntas," ujarnya.
Advertisement
Selain itu, Wamensos juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di lingkungan sekolah. Ia berpesan agar para siswa Sekolah Rakyat tidak melakukan perundungan atau kekerasan. Baik kekerasan verbal maupun fisik harus dihindari demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua.
- Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis berasrama.
- Ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional/DTSEN).
- SRMA 35 Wonosobo saat ini memiliki 100 siswa.
- Siswa terbagi dalam empat rombongan belajar.
- Didampingi 18 guru, 10 wali asuh, dan 2 wali asrama.
Sumber: AntaraNews
Advertisement