KBRI Ottawa Ajak Masyarakat Indonesia di Kanada Pererat Silaturahmi Saat Idul Fitri 1447 H
KBRI Ottawa mengajak seluruh masyarakat Muslim Indonesia di Kanada untuk saling memaafkan dan memperkuat tali silaturahmi pada perayaan Idul Fitri 1447 H yang penuh kehangatan, meski cuaca ekstrem.
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyerukan pentingnya saling memaafkan dan mempererat silaturahmi bagi masyarakat Muslim di Ottawa pada Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Seruan ini disampaikan saat Shalat Idul Fitri yang berlangsung khidmat di KBRI Ottawa pada Jumat (20/3) lalu.
Acara keagamaan ini dihadiri sekitar 300 warga dan diaspora Indonesia dari berbagai wilayah Kanada, termasuk Montreal dan Brockville. Mereka berkumpul di Ruang Caraka Nusantara KBRI Ottawa, menunjukkan antusiasme tinggi meskipun cuaca sangat dingin.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan komunitas Indonesia di Kanada. Dubes Muhsin menekankan bahwa sebagai manusia, kita tidak luput dari kesalahan, sehingga momen Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan.
Semangat Kebersamaan di Tengah Dinginnya Ottawa
Antusiasme masyarakat Indonesia di Kanada terlihat jelas meskipun perayaan Idul Fitri berlangsung di tengah suhu ekstrem minus 7 derajat Celcius. Curah salju setebal 5–10 cm tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkumpul dan merayakan hari kemenangan.
KBRI Ottawa berhasil menjadi pusat kegiatan keagamaan, menampung jemaah yang bahkan rela menempuh perjalanan hingga 1,5–2 jam. Ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan diaspora Indonesia di Kanada.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H ini disebut sebagai yang pertama kali kembali diselenggarakan di KBRI Ottawa setelah hampir satu dekade. Hal ini menambah makna penting bagi komunitas yang telah lama menantikan momen tersebut.
Pesan Perdamaian dan Perkenalan Pejabat Baru
Dalam khutbah Shalat Id, Imam Amin Jalloh, seorang ustadz asal Kanada yang aktif di komunitas Muslim Indonesia Ottawa, menyampaikan pesan tauhid. Ia mengingatkan jemaah tentang inti ajaran para nabi dan pentingnya menjauhi dosa sebagai refleksi spiritual.
Dubes Muhsin Syihab secara khusus mengajak seluruh jemaah untuk memahami arti penting saling memaafkan antarsesama manusia. “Kiranya kita dapat menjadi insan yang mampu memaafkan saudara-saudara kita agar kita juga mendapatkan maaf dari orang lain, serta ampunan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengampun,” ujarnya.
Momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Ottawa yang baru, Lefianna Hartati Fernandinus. Ia menyatakan kehormatan untuk dapat bergabung dan melayani masyarakat Indonesia di Kanada.
Lefianna berharap dapat bekerja sama erat dengan seluruh elemen diaspora untuk memperkuat kebersamaan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan KBRI Ottawa ke depan.
Apresiasi Komunitas terhadap Fasilitasi KBRI
Ketua pengajian masyarakat Muslim Indonesia di Ottawa, Bani Setijoso, menyampaikan apresiasi tinggi kepada KBRI Ottawa. Apresiasi ini diberikan atas fasilitasi penyelenggaraan Shalat Idul Fitri tahun ini.
Bani Setijoso menilai bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan komunitas. Kehadiran ratusan jemaah menunjukkan betapa berharganya kesempatan ini bagi mereka.
Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri di KBRI Ottawa setelah sekian lama ini diharapkan dapat terus berlanjut. Ini akan menjadi tradisi yang memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat Indonesia di Kanada.
Sumber: AntaraNews