Kasus Suap Komisioner KPU, KPK akan Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Kamis, 9 Januari 2020 21:44 Reporter : Merdeka
Kasus Suap Komisioner KPU, KPK akan Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Bantul. ©2019 Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar memastikan akan terus mendalami kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP.

Lili mengatakan, dalam mendalami hal tersebut, tim penyidik akan memeriksa beberapa pihak, termasuk salah satunya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Soal manggil pihak-pihak terkait yang disebut, misalnya seperti Pak Hasto, ini kembali ke penyidikan. Tetapi mungkin tidak saja hanya kepada Hasto, tetapi mungkin kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan pengembangan perkara ini pasti juga ada panggilan-panggilan," ujar Lili di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/1).

Selain akan memanggil Hasto dan pihak terkait, menurut Lili, KPK juga akan mendalami sumber uang suap yang diberikan kepada Wahyu.

"Sumber dana ini sedang didalami oleh teman-teman di penyidikan. Kemudian ada beberapa misalnya pihak swasta itu kan menjadi sumber aliran juga kan, yang membawa dan mengantarkan," kata Lili.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2020.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

"KPK menetapkan 4 orang tersangka, mereka adalah WSE (Wahyu Setiawan) Komisioner Komisi Pemilihan Umum, ATF (Agustiani Tio Fridelina) Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, orang kepercayaan WSE. Sebagai Pemberi, HAR (Harun Masiku), dan SAE (Saeful) sebagai swasta," ucap Lili di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1).

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Wahyu Setiawan Jadi Tersangka KPK, KPU Koordinasi ke Presiden Jokowi
KPK Minta Mantan Caleg PDIP Harun Masiku Menyerahkan Diri
KPK Tetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Tersangka Suap
Komisioner Wahyu Setiawan Jadi Tersangka, Ketua KPU Minta Maaf
Komisioner KPU Minta Rp900 Juta untuk Muluskan Pengurusan PAW Caleg PDIP
KPK: Penyelidik Mau Amankan DPP PDIP, Tapi Sekuriti Coba Menghubungi Atasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini