Jelang Nataru, Polres Klaten Sisir Sejumlah Gereja untuk Persiapan Pengamanan

Untuk tingkat Polres, patroli dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo bersama para perwira. Dari total 184 gereja yang ada di Klaten.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Jelang Nataru, Polres Klaten Sisir Sejumlah Gereja untuk Persiapan Pengamanan
Jelang Nataru, Polres Klaten Sisir Sejumlah Gereja untuk Persiapan Pengamanan (Merdeka.com)

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Klaten bersama jajaran Polsek melakukan patroli dan sambang ke sejumlah gereja. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengamanan libur Nataru.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan tempat ibadah serta memperkuat koordinasi menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada akhir tahun," ujar Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto dalam keterangan pers, Sabtu (13/12).

Untuk tingkat Polres, patroli dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo bersama para perwira. Dari total 184 gereja yang ada di Klaten, salah satu gereja yang disambangi adalah Gereja Maria Assumpta Cawas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres berdialog dengan pengurus gereja dan meninjau langsung kondisi lingkungan sekitar tempat ibadah.

AKP Suwoto menjelaskan, patroli ini menjadi langkah awal pengamanan Natal dan Tahun Baru, sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

"Kami bersama Polsek jajaran melaksanakan patroli dan sambang ke gereja-gereja untuk memastikan kesiapan pengamanan menjelang ibadah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026," ungkap AKP Suwoto.

Jelang Nataru, Polres Klaten Sisir Sejumlah Gereja Persiapan Pengamanan
Jelang Nataru, Polres Klaten Sisir Sejumlah Gereja Persiapan Pengamanan istimewa

Ia menambahkan bahwa patroli ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan kamtibmas kepada pengurus gereja dan jemaat.

"Perayaan Tahun Baru bertepatan dengan libur sekolah sehingga potensi peningkatan arus lalu lintas dan kerawanan gangguan kamtibmas juga ikut meningkat," katanya.

Koordinasi antara pengurus gereja dan aparat keamanan, lanjut Suwoto, menjadi kunci dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.

"Kami juga mengingatkan agar pihak gereja dan jemaat tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian, apabila terjadi permasalahan atau gangguan kamtibmas selama perayaan Natal dan Tahun Baru," pungkas Suwoto. 

Rekomendasi