Kasus perundungan kembali terjadi di Sumatera Selatan. Kali ini menimpa seorang siswi SMP di Musi Banyuasin (Muba) menjadi korban bullying oleh lima teman kelasnya.
Peristiwa itu terekam video dari ponsel salah satu rekan korban. Alhasil, video berdurasi 3 menit menyebar luas di media sosial.
Dalam video tampak korban, AY (14), tak bisa berbuat apa-apa saat menjadi sasaran teman-teman sekelasnya. Dia dimaki dengan kata-kata kasar menggunakan bahasa setempat oleh para pelaku.
Korban juga dipaksa sujud dan mencium kaki pelaku. Kepalanya didorong ke bawah oleh salah satu pelaku, sementara pelaku lain tertawa. Kemudian pelaku lain sengaja mendorong temannya dengan tujuan menimpa badan korban. Saat rambut korban berantakan, pelaku memaksanya berkaca ke layar ponsel.
Ironisnya, beberapa teman-teman korban yang lain tidak memberikan pertolongan sama sekali. Ada yang hanya menonton, ada juga sibuk dengan kerjaannya tanpa menghiraukan kondisi korban.
Advertisement
Saudara perempuan korban, TR menjelaskan, perundungan tersebut terjadi di dalam kelas pada Rabu (28/8). Keluarga kaget korban pulang dalam kondisi memprihatinkan.
TR mencontohkan, jilbab yang dikenakan sudah robek dan ada benjolan di kening adiknya. Korban juga mengalami sakit di pinggang akibat ditendang para pelaku.
Bahkan, korban memaksa keluarga memindahkannya ke sekolah lain. Setiap pergi ke sekolah, korban merasa ketakutan dan akhirnya tetap dipaksa berangkat.
"Adik saya mengaku dibully teman-temannya, dia bilang lima orang, dia takut dan mau pindah sekolah," kata TR, Jumat (6/9).
Di hari itu juga, orangtua korban ke sekolah untuk mempertanyakan masalah tersebut. Hanya saja, pihak sekolah menganggap hal biasa dan diselesaikan tanpa solusi.
Keluarga lebih kecewa lagi saat pihak sekolah dinilai menyepelekan kasus tersebut. Sekolah hanya memberi hukuman kepada para pelaku dengan mengerjakan tugas sekolah.
"Kok mereka (pihak sekolah) bisa sepele dengan mental anak-anak, masalahnya adik saya jadi takut setiap mau pergi sekolah karena terbayang-bayang ulah teman-temannya," kata TR.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Iskandar Syahrianto mengklaim video yang beredar merupakan pelatihan pelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
"Ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar," kata Iskandar.