Gus Nuril: MUI sadar atau tidak sadar telah makar

    Reporter : Fikri Faqih | Senin, 9 Januari 2017 12:12
    Gus Nuril: MUI sadar atau tidak sadar telah makar
    Gus Nuril. ©2014 Merdeka.com

    Merdeka.com - Pimpinan Pondok Pesantren Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein memperingatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak sembarangan membuat fatwa. Mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

    Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Gus Nuril mengungkapkan, fatwa yang berujung dengan adanya gerakan pengawal keputusan tersebut bisa dianggap sebagai makar. Sebab pada akhirnya, fatwa yang seharusnya tidak mengikat menjadi hukum positif.

    "MUI harus hati-hati kalau dia mengeluarkan fatwa yang diperkuat gerakan pengawal MUI, sehingga seolah-olah fatwa MUI menjadi hukum positif MUI sadar atau tidak sadar telah makar," kata Gus Nuril di kawasan Cipinang, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (9/1).

    "Karena fatwa MUI tidak mengikat di negeri ini, lebih sahih fatwa PBNU, atau Muhammadiyah," tambahnya.

    Dia mengingatkan, jika hanya untuk membuat gerakan pengamanan fatwa bukan hanya MUI yang bisa melakukannya. Sebab, Gus Nuril mengungkapkan, bisa saja membuat fatwa lalu membuat pasukan untuk melakukan pengamanan serupa dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

    "Makanya TNI Polri harus mengambil sikap, jangan sampai terjebak. TNI Polri harus bergerak harus dilihat dengan benar," tutup Gus Nuril.

    Baca juga:
    MUI: Pemblokiran situs Islam langkah mundur demokrasi di Indonesia
    GNPF-MUI akan safari ke Kepulauan Seribu buat gelar aksi Bela Islam
    Bantah kirim dana ke Suriah, GNPF-MUI sebut cuma bantu korban perang
    MUI Samarinda minta warga tak resah soal perbedaan arti Al Maidah 51
    Jadi tersangka suap Bakamla, Bendahara MUI datangi KPK

    [ded]

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE