Gandeng Perusahaan Asal Inggris, Ridwan Kamil Siap Ubah Sampah Jadi Emas

Sabtu, 15 Juni 2019 23:33 Reporter : Aksara Bebey
Gandeng Perusahaan Asal Inggris, Ridwan Kamil Siap Ubah Sampah Jadi Emas Ridwan Kamil. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng perusahaan asal Inggris dan PT Pegadaian dalam penanganan sampah. Masyarakat nantinya bisa menukarkan sampah untuk dikonversi menjadi emas.

Hal itu tertuang dalam rencana bertajuk waste to gold yang dijadwalkan meluncur pada 12 Juli 2019 di Kabupaten Pangandaran. Tujuannya, selain mengembangkan pembangunan ramah lingkungan, program ini diklaim bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat tinggal menjual sampah ke salah satu perusahaan pengolahan sampah plastik asal Inggris bernama Plastic Energy Limited melalui bank sampah. Setelah itu, nilai dari penjualannya bisa mengonversikan hasil penjualan dengan emas via PT Pegadaian.

Plastic Energy Limited kemudian mengolah sampah plastik menjadi solar. Rencananya, pengolahan sampah model ini akan diterapkan di sejumlah kota di Jawa Barat.

"Nanti hasil penjualan dari sampah itu akan dikonversi menjadi emas. Emas ini kuat terhadap inflasi, kalau tabungannya bentuk rupiah, tadi (umpamanya) tahun ini beli jeruk tiga tahun depan bisa menjadi dua, akan mengikuti fluktuasi inflasi," kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/6).

Pria yang akrab disapa Emil ini berharap programnya itu mengubah paradigma masyarakat melihat sampah dari hal yang tidak bermanfaat menjadi objek ekonomis. Konsep ini sudah dilakukan oleh PT Pegadaian di beberapa daerah Jawa Barat, seperti Bekasi, Cirebon, dan Bandung.

"Mudah-mudahan bisa menjadi budaya baru bahwa tidak ada sampah yang tidak punya nilai manfaat dan akhirnya mengurangi sampah ke TPA atau bahkan ke Sungai Citarum," ujar dia.

Pimpinan Kantor Wilayah 10 Bandung PT Pegadaian Mufriyandi menjelaskan, ide awal waste to gold adalah peningkatan kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.

"Jadi, kita mereaktivasi atau merevitalisasi (bank sampah) kebutuhannya apa. Kita bantu dengan bantuan CSR. Tabungan masyarakat itu, tadi, rata-rata dalam jangka waktu lama, sedikit demi sedikit, setahun atau dua tahun. Tapi setelah dihitung-hitung kalau dia (warga penyetor sampah) menyimpannya dalam bentuk emas, dalam dua tahun, bisa seekor kambing (misalnya)," kata dia.

Jika tabungan dari penjualan sampah yang dikumpulkan masyarakat dalam jangka waktu satu tahun, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan Rp 1,5-2 juta. Dengan catatan, masyarakat menyetor sampah setiap hari atau minimal tiga kali dalam seminggu.

Lewat program tersebut, kata Mufriyandi, pihaknya ingin terlibat dalam peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. "Kesadaran lingkungan di mana-mana sudah digaungkan, terutama kita sudah dicap sebagai penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia," katanya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini