DMI Laporkan Orang Tak Dikenal Catut Nama JK Kirim Proposal Bansos ke Kemensos

Selasa, 22 Desember 2020 13:20 Reporter : Merdeka
DMI Laporkan Orang Tak Dikenal Catut Nama JK Kirim Proposal Bansos ke Kemensos Jusuf kalla dan ridwan kamil. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Orang Tidak Dikenal (OTK) mencatut nama Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengajukan program Bantuan Sosial (Bansos) di Kementerian Sosial. Perwakilan DMI, Munawar Fuad meminta kepolisian untuk menyelidiki hal tersebut.

Laporan dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Senin (21/12) kemarin.

"Kemarin laporannya," kata Direktur Program DMI, Munawar Fuad saat dihubungi, Selasa (22/12).

Munawar menjelaskan, orang tidak dikenal membuat proposal dengan mengatasnamakan Dewan Masjid Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan Menteri Sosial penyaluran bantuan sembako dan perlengkapan medis.

"Dalam proposal dijelaskan acaranya diketuai oleh Direktur Program DMI, Munawar Fuad Noeh, di bawah kepanitiaan yang ditentukan oleh PP DMI. Khusus bantuan paket Sembako bernilai hampir 90 Miliar. Sisanya diberikan dalam bentuk bantuan medis berupa masker, hand sanitizer hingga penyemprotan dan alat semprot," jelas dia.

Munawar mengatakan, orang tidak dikenal memalsukan tanda tangan Ketua Umum PP DMI Jusuf Kalla, dan Direktur Program DMI Munawar Fuad. PP DMI langsung mengklarifikasi setelah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Kemensos.

"Mereka (Kemensos) tadinya mau konfirmasi apa ini benar atau tidak dan ini kami dapat datanya dari mereka. Sebelumnya kan sudah pernah ada alokasi bansos untuk DMI dan disalurkan melalui DMI Jakarta. Nah ini mau proses seleksi pengajuan dan rencana mereka mau alokasikan kemana kan nama saya ada di situ," papar dia.

Munawar menjelaskan laporan tercatat dengan nomor LP/7552/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 21 Desember 2021 kemarin.

Dalam laporan, Munawar melampirkan proposal yang mencatut DMI beserta surat-surat yang tanda tangan telah dipalsukan.

"Kami serahkan print out dokumen asli surat yang kami sebut palsu berikut proposal. Kemudian kami serahkan no telepon yang saat itu kontak dengan pejabat tersebut berikut yang mengatasnamakan siapa dan kami bawa saksi yang memang punya otoritas bahwa surat itu tidak benar sekretaris yg kami bawa kepala sekretariat kantor DMI dan bendahara," tuturnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini