Dinkes Buleleng Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks, Lindungi Kesehatan Reproduksi Perempuan
Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, aktif mengajak seluruh perempuan di wilayahnya untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan perlindungan kesehatan reproduksi dan mencegah
Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, aktif mengajak seluruh perempuan di wilayahnya untuk segera melakukan deteksi dini kanker serviks. Ajakan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan reproduksi perempuan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, menekankan pentingnya skrining ini. Deteksi dini memungkinkan penanganan cepat, sehingga kanker serviks tidak berkembang menjadi stadium lanjut yang lebih berbahaya.
Kegiatan pemeriksaan HPV (Human Papillomavirus) ini diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia. Acara berlangsung selama dua hari, pada 26-27 Maret 2026, bertempat di Klinik Sutji Medika sebagai bagian dari peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja.
Fokus Pencegahan Kanker Serviks di Buleleng
Dinkes Buleleng secara serius menggarap program deteksi dini kanker serviks karena tingginya potensi kasus pada perempuan usia produktif. Skrining ini menjadi prioritas utama untuk menekan angka kejadian penyakit tersebut di masyarakat.
Program serupa juga rutin dilaksanakan di berbagai puskesmas di Buleleng, memastikan jangkauan layanan yang lebih luas. Layanan pemeriksaan ini diberikan secara gratis, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya.
Ni Nyoman Mertiasa mengimbau perempuan agar tidak ragu atau takut untuk memeriksakan diri. Ia menegaskan bahwa deteksi dini adalah langkah awal dan terbaik untuk melindungi diri serta menjaga kesehatan jangka panjang.
“Jika terdeteksi lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi kanker serviks,” kata Ni Nyoman Mertiasa. Ini menunjukkan urgensi dari program skrining yang sedang digalakkan.
Antusiasme Tinggi dan Komitmen Pemerintah
Antusiasme masyarakat Buleleng terhadap program deteksi dini kanker serviks ini terbilang sangat tinggi. Hingga akhir Maret 2026, tercatat hampir 3.000 peserta telah mengikuti pemeriksaan.
Capaian jumlah peserta yang signifikan ini menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi mereka. Ini juga mencerminkan keberhasilan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinkes Buleleng.
Salah satu peserta, Luh Ayu (48) dari Banyuning, mengungkapkan motivasinya untuk mengikuti pemeriksaan demi memastikan kondisi kesehatannya. Meskipun sempat tegang, ia merasa lebih rileks berkat dukungan tenaga kesehatan yang ramah.
“Ayo ibu-ibu, manfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan diri. Kalau terdeteksi lebih awal, kita bisa segera mencegah dan berobat. Astungkara, kita bisa terhindar dari penyakit ini,” ajak Luh Ayu. Pesan ini menegaskan pentingnya partisipasi aktif.
Pentingnya Kesadaran Dini
Melalui berbagai kegiatan deteksi dini, termasuk pemeriksaan HPV, diharapkan semakin banyak perempuan di Kabupaten Buleleng yang menyadari urgensi skrining. Kesadaran ini krusial untuk pencegahan efektif.
Tujuan utama dari semua inisiatif ini adalah agar kasus kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin. Dengan demikian, penyakit ini tidak memiliki kesempatan untuk berkembang ke tahap yang lebih serius atau mematikan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya menyediakan akses layanan kesehatan reproduksi yang mudah dan terjangkau. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
Edukasi berkelanjutan tentang bahaya kanker serviks dan manfaat deteksi dini juga menjadi fokus. Informasi yang akurat dan mudah diakses diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk proaktif menjaga kesehatan.
Sumber: AntaraNews