Wakil Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sinjai Mauluddin dianiaya muridnya berinisial MF (18) di ruang Bimbingan Konseling (BK). Parahnya lagi, ayah MF yang merupakan anggota Polres Sinjai hanya melihat saja dan tidak mengamankan anaknya saat menganiaya Mauluddin.
Kepala SMAN 1 Sinjai Muh Suardi menjelaskan masalah bermula saat Mauluddin melaporkan MF ke guru BK, karena sering bolos dari pelajarannya. Padahal tas milik MF ada di dalam kelas.
"Jadi siswa ini dilapor ke BK karena selalu bolos, khusus di jam mata pelajaran Pak Mauluddin. Tasnya ada, tapi orangnya tidak masuk," ujar Suardi.
Pihak sekolah akhirnya memanggil orang tua MF. Suardi berharap orang tua MF yang merupakan anggota Polri bisa melakukan pembinaan terhadap anaknya.
"Dari pakaiannya kelihatan kalau beliau anggota polisi," tambah Suardi.
Advertisement
Korban Lapor Polisi
Awalnya, ruang BK, suasana sempat berjalan biasa saja. Namun, ayah MF tiba-tiba mencari Mauluddin. Begitu dipanggil dan datang ke ruang BK, guru sekaligus Wakasek itu langsung dihadiahi bogem mentah oleh muridnya sendiri.
"Pak Mauluddin datang setelah ditelepon wali kelasnya. Begitu masuk, tiba-tiba diserang, dipukul langsung oleh siswanya," ungkap Suardi.
Lebih mirisnya, sang ayah justru hanya diam melihat anaknya memukul guru. Ia sama sekali tidak bergeming dan berusaha menahan atau menghentikan aksi brutal tersebut.
"Justru yang melerai itu guru perempuan dan salah satu orang tua siswa lain yang juga kebetulan dipanggil ke BK. Sementara ayahnya hanya berdiri, tidak melerai," ungkap Suardi.
Usai kejadian, pihak sekolah langsung mengarahkan Mauluddin untuk membuat laporan ke Polres Sinjai.
"Sudah kita dampingi melapor. Pak Mauluddin ini orangnya baik, setahu saya tidak pernah ada masalah pribadi dengan siswanya. Jadi murni karena masalah bolos," ucapnya.
Advertisement
Polisi Janji Usut Laporan Korban
Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian. Propam Polres Sinjai turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang mendampingi anaknya saat insiden pemukulan terjadi.
"Sementara dilakukan pemeriksaan terhadap oknum polisinya. Propam yang periksa," ujar Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar.
Harry belum menyebut identitas dari oknum polisi tersebut, namun memastikan hasil pemeriksaan akan dipublikasikan.
"Nanti hasilnya kita akan paparkan," tegasnya.
Ia juga menjelaskan, guru yang menjadi korban pemukulan langsung membuat laporan resmi ke Polres Sinjai. Saat ini, penyidik tengah memeriksa sejumlah saksi.
"Kami sudah terima laporannya. Pada saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi dan kalau terbukti kita akan tetapkan sebagai tersangka," ucapnya.