Dibutuhkan Warga, Keran Air Siap Minum di Palembang Belum Mencukupi
Merdeka.com - Palembang menjadi salah satu kota di Indonesia yang menyiapkan fasilitas keran air siap minum atau dikenal KASM di ruang publik. Sayang, jumlahnya belum seberapa sehingga tak semua tempat strategis tersedia.
Direktur Operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, Cik Mit, mengungkapkan sejak disediakan 2016 lalu, baru ada lima KASM yang terdapat di lima titik. Dua terdapat di Wisata Kambang Iwak dan sisanya terpasang di Benteng Kuto Besak (BKB), Rumah Sakit Bari, serta kantor Wali Kota Palembang.
"Baru ada lima di empat titik. Satu KASM tersedia dua kran, untuk dewasa dan anak-anak," ungkap Cik Mit, Kamis (29/8).
Menurut dia, jumlah KASM tersebut jauh dari angka ideal. Terlebih banyak pusat-pusat keramaian di kota itu yang juga dipandang perlu disediakan. Seperti di terminal, pasar, tempat wisata, dan ruang publik lainnya.
"Memang masih sedikit, tapi kami masih terkendala pasokan air dan lainnya sehingga belum berencana menambah," kata dia.
Cik Mit mengakui kran air siap minum gratis itu dimanfaatkan warga atau pengunjung. Dalam sehari paling tidak 500 sampai 1.000 liter air habis di setiap titik.

"Mudah-mudahan bisa kita tambah lagi jumlahnya biar memudahkan masyarakat, tidak perlu beli minuman mineral lagi jika berkunjung di tempat-tempat itu," terangnya.
Dia menambahkan, pada awal-awal operasional, KASM kerap rusak akibat ulah nakal oknum-oknum warga yang berkunjung. Alhasil, petugas setiap hari harus memperbaikinya agar kembali fungsional.
"Mungkin ada yang kaget atau tidak tahu alat itu untuk apa, atau iseng-iseng atau juga sengaja merusak. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak lagi seperti itu, warga sudah sadar kegunaannya," ujarnya.
Sementara itu, Hafidz (30) mengaku sangat terbantu ketersediaan KASM gratis. Hanya saja, dirinya meminta pemerintah menambah lebih banyak lagi, baik di titik-titik lain maupun unit di setiap unitnya.
"Jika sudah banyak tidak perlu antrean lagi, apalagi waktu hari libur, banyak pengunjung otomatis banyak yang pakai," kata warga Sukarami, Palembang, itu.
Terkait mutu dan sterilisasi air, dia menilai cukup baik. Sejauh mengonsumsinya, dirinya belum pernah mengeluhkan sakit perut atau lainnya.
"Saya kira sudah dipertimbangkan pemerintah, tidak mungkin tidak steril yang membahayakan kesehatan," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya