Demi Naikkan Gaji Hakim, Prabowo: Kalau Perlu Anggaran TNI-Polri Saya Kurangi
Mulanya, Prabowo menegaskan hakim merupakan benteng terakhir dan harapan bagi rakyat kecil.
Presiden Prabowo Subianto mengaku, siap memangkas anggaran TNI dan Polri untuk menaikan gaji hakim di seluruh Indonesia. Mulanya, Prabowo menegaskan hakim merupakan benteng terakhir dan harapan bagi rakyat kecil.
"Saya menegaskan betapa pentingnya para hakim. Anda adalah benteng terakhir keadilan. Orang miskin, orang kecil hanya bisa berharap kepada hakim-hakim yang adil," kata Prabowo, saat pengukuhan Hakim Mahkamah Agung, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (12/6).
Dia pun memerintahkan, agar gaji para hakim dinaikan. Dia meminta agar menteri-menteri di kabinetnya mencarikan uang untuk kenaikan gaji hakim di seluruh Indonesia.
"Rakyat Indonesia tergantung pada hakim dan saya sebagai mandataris saya sadar itu dan karena itu saya perintahkan menteri-menteri saya, saya ingin naikan gaji seluruh hakim di Indonesia. Cari uangnya, enaknya jadi presiden tinggal perintah-perintah yang pusing menteri-menteri terutana menteri keuangan," ujarnya.
Bahkan, Prabowo siap memangkas gaji TNI dan Polri jika dirasa gaji para hakim kecil.
"Saya minta dinaikan, datang ke saya segini pak, kurang. Kalau perlu anggaran lain saya kurangi di sini ada Panglima TNI dan ada Kapolri, kalau perlu anggaran TNI dan Kapolri saya kurangi," ucap Prabowo.
18 Tahun Tak Naik Gaji
Prabowo kaget karena para hakim sudah 18 tahun tidak naik gaji. Oleh sebab itu, Prabowo menaikan gaji paling besar 280 persen.
"Saya Prabowo Subianto presiden Indoensia ke-8 hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikan demi kesejahteraan para hakim dengan tingkat kenaikan bervariasi sesuai golongan di mana kenaikan tertinggi mencapai 280 persen. Dan golongan yang naik tertinggi adalah golongan junior, paling bawah," tutur Prabowo, disambut tepuk tangan.
"Tapi semua hakim akan naik secara signifikan. Dan saya monitor terus. Dan semua pegawai lain sabar," imbuhnya.